RSS

Menangis Karena Allah


Adakah ada seseorang yang tidak pernah menangis semasa hidupnya? Saya yakin tidak ada. Bukankah ketika pertama kalinya dilahirkan ke dunia fana ini kita sudah langsung mengeluarkan tangisan? Bahkan, semua orang akan merasa cemas jika kita tidak menangis.

Menangis termasuk hal alami yang dilakukan manusia. Menangis tak hanya dilakukan oleh anak kecil, orang dewasa pun masih suka menangis. Konon katanya, setelah menangis beban yang kita pikul akan terasa lebih ringan dan masalah akan terasa lebih enteng.

Peristiwa getir, kisah sedih, cerita duka, masalah rumit, beban menghimpit, atau kondisi sulit sering membuat kita menangis. Musibah yang bertubi-tubi tak pelak membuat air mata kita bercucuran tanpa henti. Pernahkan kita menangis bukan karena sedang menghadapi masalah berat, tapi karena takut kepada Allah? Pernahkan air mata kita bercucuran saat sedang mengingat Allah? Tampaknya kita perlu merenungkan pertanyaan tersebut. Marilah memuhasabahi diri sendiri.

Ada tujuh golongan yang Allah akan menaunginya pada saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya…. Orang yang mengingat Allah ketika sendirian sehingga bercucuran air matanya.” (Mutafaq ‘alaih).

Barangsiapa mengingat Allah kemudian keluar air matanya karena takut kepada Allah hingga bercucuran jatuh ke tanah, maka tidak akan disiksa di hari kiamat kelak.” (HR al-Hakim dalam kitab shahih-nya, disetujui oleh adz-Dzahabi).

Neraka diharamkan atas mata yang mengeluarkan air mata karena takut kepada Allah. Neraka diharamkan atas mata yang tidak tidur di jalan Allah. Abu Raihanah berkata: aku lupa yang ketiganya. Tapi setelahnya aku mendengar beliau bersabda, ‘Neraka diharamkan atas mata yang berpaling dari segala yang diharamkan Allah’. ”(HR Ahmad, al-Hakim dalam kitab shahih-nya, disetujui oleh adz-Dzahabi dan an-Nasai).

Kebahagiaan bagi orang yang bisa menguasai dirinya, dilapangkan rumahnya, dan dibuat menangis oleh kesalahannya.” (HR ath-Thabrani dengan sanad hasan).

3 hari, 3 cerita, 3 air mata


Eits, itu bukan judul film meski agak-agak mirip (hehe). Penasaran kenapa tulisan ini saya beri judul begitu? Baiklah, saya akan menceritakannya khusus untukmu (hahay :D).

Begini, 3 hari berturut-turut kemarin, Senin-Rabu, saya menonton film Dalam Mihrab Cinta, Pupus, dan a Millionaire's First Love. 3 film tentu saja mempunyai 3 cerita berbeda. Nah, kebetulan film yang saya tonton itu ceritanya menyedihkan, jadi mengundang riak-riak air mata saat menyaksikannya. Biar begitu film-film itu menarik untuk ditonton. Begitu kawan, mengerti? :D

# Dalam Mihrab Cinta
Film ini berkisah tentang Syamsul (Dude Harlino) pemuda 20 tahun-an yang bertekad menuntut ilmu di sebuah pesantren di Kediri. Saat dalam perjalanan menuju ke sana, ia menolong seorang gadis yang hendak dijambret. Gadis itu bernama Zizi (Meyda Sefira). Ternyata Zizi adalah putri pemilik pesantren yang didatangi Syamsul. Kejadian tersebut membuat mereka dekat. Bahkan, menyisakan benih cinta di hati Zizi.

Cita-cita Syamsul untuk belajar di pesantren kandas di tengah jalan karena ia difitnah mencuri uang para santri oleh sahabatnya, Burhan (Boy Hamzah). Akibatnya, ia dihukum (digunduli) dan diusir dari pesantren. Boy sengaja memfitnah Syamsul karena cemburu melihat kedekatan Syamsul dan Zizi, terlebih ketika pinangannya pada Zizi ditolak.

Setelah keluar dari pesantren, Syamsul kembali ke rumah. Keluarganya sudah tidak memercayainya lagi meski berkali-kali ia mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Akhirnya, ia pergi dari rumah dengan membawa baju dan uang seadanya. Suatu hari ia terpaksa mencopet karena kehabisan uang untuk makan. Naas, aksi pertamanya itu tertangkap massa sehingga ia harus mendekam di penjara.

Tak lama ia kembali bebas setelah ditebus oleh adiknya, Nadia. Namun, ia tidak kembali ke rumah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia terpaksa mencopet. Lucunya, ia selalu mencatat jumlah uang dan identitas korban yang dicopetnya.

Di tengah kekacauan dan kegelapan hidupnya, Allah memberikan jalan baginya untuk bertobat dan mempertemukannya dengan Syilvie (Asmirandah), seorang gadis solehah. Dalam dompet Syilvie yang berhasil dicopetnya, ia menemukan foto Burhan dan Syilvie. Seingatnya, dulu Burhan pernah bercerita bahwa ia akan menikahi Damayanti. Mengingat hal itu, ia sungguh marah dan berniat untuk memberitahukan perilaku Burhan yang playboy pada Syilvie. 

Alih-alih mendatangi rumah Syilvie, ia malah mendapat kesempatan menjadi guru ngaji di sebuah rumah yang bersebelahan dengan rumah Syilvie. Bahkan, di komplek perumahan itu ia dijadikan imam shalat. Tak hanya itu, ia pun menjadi penceramah yang amat dihormati warga.

Lama-lama kehidupan Syamsul berubah lebih baik. Setelah kondisi keuangannya membaik, ia mengembalikan uang yang dicopet pada masing-masing korbannya, termasuk pada Syilvie. Ia pun mengirimkan hadiah untuk ibu dan adiknya dan mengabarkan keberadaanya sekarang.

Kejahatan memang akan mendapatkan balasannya. Perilaku buruk Burhan terbongkar. Burhan dipenjara. Keluarga Damayanti dan Syilvie memutuskan hubungan dengan Burhan.

Karena Syilvie juga guru privat anak yang diajar Syamsul, tak pelak mereka sering bertemu. Pertemuan itu menimbulkan ketertarikan satu sama lain. Tak ingin membohongi Syilvie, Syamsul pun nekad menceritakan masa lalunya. Awalnya Syilvie sock, namun ia bisa memahaminya.

Melihat anaknya tertarik pada Syamsul, orang tua Syilvie meminta Syamsul agar menikah dengan Syilvie. Syamsul tak langsung menjawabnya. Tepat pada saat yang sama, Zizi juga berkunjung ke rumah kontrakan Syamsul. Hatinya sedih saat mendengar percakapan orang tua Syilvie dan Syamsul.

Ibu Syamsul memberikan pendapat bahwa sebaiknya Syamsul menikah dengan Zizi. Namun, ibunya tak memaksakan kehendak dan tetap menyerahkan keputusan pada Syamsul untuk memilih. Setelah menimbang-nimbang, Syamsul memilih Syilvie. Namun, nasib memisahkan mereka. Tepat seminggu menjelang pernikahan, Syilvie mengalami kecelakaan maut. Akhirnya, Syamsul menikah dengan Zizi.

Akhirnya, happy ending. Ah, memang jodoh tak akan tertukar. Jodohnya Syamsul ternyata Zizi. Menurutku scene yang menyedihkan saat Syamsul difitnah dan diusir dari pesantren, saat Syamsul pergi dari rumah karena keluarganya sudah tak memercayainya, dan saat Syilvie mengalami kecelakaan. Air mataku mengalir tak bisa dibendung, huhu (haha lebay :D).

# Pupus
Berkisah tentang pergulatan Cindy (Donita), gadis daerah yang kuliah di Jakarta. Ia mencoba mandiri di tengah ketakutan sang ibu bahwa Cindy akan ditipu laki-laki. Di kampus, ia berkenalan dengan Panji (Marcel Chandrawinata), lelaki yang berulang tahun di hari yang sama dengannya.

Panji bersikap seakan mencintai dirinya, tapi selalu meninggalkan Cindy di tengah puncak kebahagiaannya. Panji menjadi misteri bagi Cindy. Cindy tersiksa, tapi juga penasaran. Dia yakin cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Cindy yakin Panji pun merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakannya.

Mengapa Panji selalu mematikan harapan Cindy, membuatnya senang, kemudian membuatnya terpuruk? Pertanyaan itu muncul terus-menerus di benak Cindy. Setiap kali Cindy mencoba bangkit dan melupakan Panji, cowok tersebut terus menghantui. Bahkan, Panji tega memupuskan semua harapan cinta Cindy. Namun, Cindy tetap bertahan menghadapi Panji. Ia mencoba memahami Panji. Di tengah-tengah hubungan mereka yang mulai membaik, tiba-tiba Panji menghilang dari kehidupan Cindy. Meski begitu, setiap waktu Panji rutin mengirim singkat berisi motivasi kepada Cindy.

Suatu hari sikap aneh Panji terbongkar. Panji tidak berani mengakui cintanya pada Cindy karena ternyata Panji menderita kanker. Ia tak ingin membuat Cindy bersedih jika tau dirinya tak bisa selamanya berada di samping Cindy. Beruntung Cindy mengetahui keadaan Panji sebelum maut memisahkan mereka sehingga mereka masih bisa bersama di saat-saat terakhir hidup Panji.

Waktu nonton, saya sempat berpikiran positif kalau Panji akan sembuh. Tapi ternyata, huhu berakhir sad ending karena Panji meninggal (hiks hiks…). Kayaknya sakit banget mencintai seseorang tapi tak bisa memilikinya (huaaaa….).

# A Millionaire’s First Love
Bercerita tentang seorang cowok (18) yang merupakan cucu konglomerat. Namanya Jae Kyeong (Hyun Bin). Dia tukang bikin onar dan suka seenaknya karena merasa sebagai putra mahkota. Menurutnya, segala hal bisa diselesaikan dengan uang. Saat kakeknya meninggal, ia tak langsung jadi pewaris dengan mudah. Kakeknya telah mengajukan syarat yang harus dipenuhi Jae Kyeong agar bisa mewarisi harta tersebut.

Isi persyaratannya adalah Jae Kyeong harus pindah dari sekolahnya yang sekarang ke salah satu sekolah di tempat terpencil dan lulus dari sekolah itu. Jika gagal, warisannya akan diserahkan ke lembaga sosial. Kalau mengundurkan diri, warisan yang dia dapat hanya 0,1% dari total kekayaan sang kakek. Akhirnya, dia memilih untuk pindah sekolah ke daerah terpencil itu.

Kakek menyuruh dia untuk pindah ke desa itu bukan tanpa tujuan. Dulu, di desa tersebut Jae Kyeong pernah mengalami kecelakaan mobil dan orang tuanya meninggal. Kejadian itu menyisakan kepedihan mendalam sehingga dia berusaha melupakan memori yang sebelumnya dan menjalani kehidupan sebagai orang baru.

Saat di desa terpencil, ia bertemu lagi dengan Eun Hwan (Lee Yeon Hee). Eun Hwan kerja di pom bensin dan minimarket dekat pom bensin. Sebelumnya mereka pernah bertemu di hotel bintang lima milik kakek Jae Kyeong. Pertemuan tanpa sengaja itu terjadi saat Jae Kyeong belanja. Saat itu sempat-sempatnya Jae Kyeong mencela kuku Eun Hwan yang kehitaman. Gara-gara omongan Jae Kyeong, malamnya Eun Hwan dibantu ayahnya langsung mempercantik kuku secara tradisional Korea.

Jae Kyeong ternyata bersekolah di sekolah Eun Hwan. Mereka satu kelas. Kepala sekolahnya adalah ayah Eun Hwan, teman kakek Jae Kyeong. 

Untuk mengisi acara graduated, siswa diwajibkan ikut berpartisipasi dalam drama musikal. Karena datang terlambat, Jae Kyeong kebagian peran pelayan. Tentu saja dia menolak, tapi karena itu adalah syarat kelulusan, dia terpaksa ikut. Saat latihan, dia pura-pura kakinya terluka supaya tidak ikut main drama. Eun Hwan kesel, namun tiba-tiba pingsan. Kemudian, digendong Jae Kyeong pergi ke rumah sakit. Ternyata Eun Hwan menderita penyakit jantung. Sejak itu Jae Kyeong berusaha selalu ada di samping Eun Hwan. Hubungan mereka menjadi akrab.

Potongan-potongan masa lalu Jae Kyeong lama-lama bersatu. Dia ingat dulu sebelum kecelakaan, dia pernah berjanji pada seorang cewek bahwa dia akan kembali lagi ke desa setelah 10 hari. Memori otaknya mengingat kejadian itu ketika menyaksikan latihan drama musikal sekolahnya versi anak kecil. Cerita drama yang akan mereka pentaskan itu adalah kisah nyata hidup Eun Hwan. Jae Kyeong pun langsung pergi ke panti asuhan tempat tinggal Eun Hwan sewaktu kecil. Tak lama Eun Hwan pun ke sana. Jae Kyeong pun menjelaskan kejadian yang dialaminya pada Eun Hwan.

Sejak itu mereka bertambah dekat. Bahkan, Jae Kyeong rela melepas harta warisan kakeknya demi Eun Hwan. Saat mengetahui panti asuhan Eun Hwan akan digusur, dia menyatakan mundur dari persyaratan yang diajukan kakek dan meminta warisan 0,1%. Uang warisan itu akan ia gunakan untuk menebus tanah tempat panti asuhan berdiri.

Tibalah hari pementasan drama. Jae Kyeong berganti peran sebagai pemeran utama cowok karena ia tak ingin Eun Hwan dekat dengan cowok lain. Pertunjukkan mereka sukses. Malamnya Jae Kyeong dan Eun Hwan duduk berdua di ayunan. Eun Hwan menyandarkan kepalanya pada bahu Jae Kyeong dan bilang dia mau tidur 3 menit. Saat Eun Hwan menutup mata, salju turun. Namun, ia tak membuka mata lagi meski Jae Kyeong telah membangunkan dan memberitahukan bahwa salju yang dinanti-nantikan Eun Hwan telah turun. Rupanya Eun Hwan telah pergi untuk selama-lamanya.

Akhirnya Jae Kyeong lulus. Ketika acara graduated Eun Hwan mendapat penghargaan "persahabatan". Kursi di sebelah Jae Kyeong yang jadi tempat duduk Eun Hwan diisi bunga yang mewakili Eun Hwan. Meski merasa kehilangan, Jae Kyeong berusaha menyembunyikannya. Saat keluar dari ruangan, pengacaranya datang dan bilang kalau Jae Kyeong berhasil mendapatkan warisan kakeknya. Jae Kyeong bingung karena sebelumnya dia sudah menyatakan menyerah. Ternyata kakeknya menulis pesan kalau Jae Kyeong berhasil mendapatkan sesuatu di tempat terpencil itu, dia telah berhasil. Jae Kyeong pun berusaha mewujudkan impian Eun Hwan dengan membangun rumah yang memiliki banyak pintu.

Begitulah akhir cerita film tersebut. Scene yang paling sedih waktu Jae Kyung membuat perayaan ulang tahun lebih cepat karena dia takut pada hari ulang tahun Eun Hwan yang sebenarnya mereka tidak bisa merayakannya bersama. Saat itu Jae Kyung memberi kado ke Eun Hwan. Kadonya adalah toples yang berisi kertas warna warni, di kertas-kertas itu ada banyak ungkapan dan semangat dari Jae Kyung untuk Eun Hwan. Eun Hwan menerimanya dengan terharu sambil berkata, “Aku takut tidak bisa membaca semuanya satu persatu sampai hari itu tiba.”  (hiks hiks…).

Hujan Turun Lagi


Horeeeeee, hujan turun! *jingkrak-jingkrak kegirangan :D

Hujan turun lagi.
Rindu melihatnya terbayar sudah.
Setelah sekian hari dilanda kemarau,
Setelah sekian waktu ditimpa panas,
Hujan kembali mengguyur bumi sore ini.
Membasuh dahaga seisi alam raya.
Mengalirkan kesejukan bagi penduduk semesta.

Dengarlah, senandung alam!
Lihatlah, suasana alam!
Debu-debu mengalir pergi.
Pepohonan bergoyang lincah.
Rerumputan menari-nari.
Tanah dan pagar menggigil basah.
Jalan-jalan tersenyum penuh arti.
Genting rumah bernyanyi riang.
Semua bersukacita.
Gembira menyambut air hujan.

Terima kasih, Allah.
Hujan-Mu rezeki berharga bagi bumi.
Hujan-Mu rahmat bagi semesta.

selamet lebaran


Gema takbir telah berkumandang
Tanda hari kemenangan telah datang

Mari kita saling bermaafan
Agar hari raya lebih berkesan

Taqabbalallahu Minna Waminkum 
Shiyamana Washiyamakum


Semoga Allah menerima amalku dan amalmu.
Semoga Allah menerima amal dan shaum kita di bulan Ramadhan.
 
Semoga Allah memberi kita keberkahan, kebahagiaan, ketenangan, keamanan, kesehatan, kesuksesan, kemuliaan, dan Ketakwaan.

Amin Yaa Rabbal Alamin

"cucurak": dari pak ewok hingga pak kumis


Sebenarnya ini acara kuliner bersama teman-teman kerja dalam rangka "cucurak" menjelang Ramadhan dulu. Entah kenapa waktu itu saya lupa posting dan baru sekarang inget. Nggak apa-apalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali (haha.. alesan :D). 

Hayo, angkat tangan siapa yang belum tahu "cucurak"? :D. Yup, "cucurak" itu istilah yang dipakai untuk acara makan-makan menjelang bulan Ramadhan. Kalo di desa-desa kebiasaan ini diwujudkan dengan membuat nasi liweut. Setelah matang, nasi yang masih mengepul tersebut dihidangkan di atas daun pisang yang lebar, lalu para warga memakannya bersama-sama. Uh, nikmatnya poooool :D.

Menjelang Ramadhan dulu saya dan teman-teman mengadakan dua kali "cucurak". Acara "cucurak" pertama diadakan di rumah makan pak ewok yang terletak di sekitar Taman Kencana, Bogor. Menu yang terkenal di pak ewok adalah sop buah dengan tiga variasi rasa, sop buah susu, sop buah jeruk, dan sop buah yogourt. Harga sop buah Rp8.000,00 (susu dan jeruk), Rp10.000,00 (yogourt).

Saya sih pesan sop buah jeruk dan mie bakso. Beda dengan teman-teman, ada yang pesan sop buah yogourt, sop buah susu, es durian, roti cane kari ayam, pempek palembang, dll. Masih banyak menu-menu lain yang tersedia di sana.  Pokoknya harga menu-menu di sana standar lah, nggak mahal-mahal amat. Tempatnya juga nyaman kok. Cocok buat nongkrong bareng teman.


Acara "cucurak" sesi kedua berlangsung di rumah makan pak kumis yang terletak di Ciheuleut, Pakuan. Di sini juga makanannya enak-enak. Yang paling saya suka capcay seafood-nya, maknyus banget. Tapi maaf, karena lupa, saya nggak bisa ngasih bocoran harga tiap menunya (hehe).





Berilah Petunjuk-Mu


Bismillah.... 
Dengan menyebut nama-Mu aku memulai. 
Karena-Mu pula aku melangkah. 
Demi memenuhi seruan-Mu kutepiskan semua ragu. 
Aku mengharap rahmat-Mu dalam urusan ini. 
Namun, sungguh aku tidak tahu apa-apa. 
Pengetahuanku amat terbatas. 
Hal yang kukira baik di mataku, belum tentu baik di mata-Mu. 
Hal yang kusangka baik untuk hidupku, belum tentu baik menurut-Mu. 
Maka, aku mohon arahan-Mu.


Yaa Alim... Tuhan Yang Maha Mengetahui... 
Engkau mengetahui perkara yang tersembunyi atau tidak tersembunyi, 
yang nampak atau yang gaib... 
Aku mohon Engkau memperlihatkan hal baik atau hal buruk 
dengan pengetahuan-Mu yang Mahaluas. 
Aku mohon Engkau membimbingku dalam mengambil keputusan 
agar aku tidak terbawa hawa nafsu.

Yaa Rasyid... Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk... 
Berilah petunjukmu pada kami. 
Berilah jalan keluar untuk masalah yang kami hadapi. 
Mudahkanlah upaya kami dalam mengharap berkah-Mu, yaa Ilaahi... 
Iringilah langkah kami dengan ridha-Mu. 
Genggam hati kami agar tidak menjauh dari cahaya-Mu.

Duhai, Allah... tenangkanlah hatiku yang bergemuruh. 
Jadikanlah aku mampu bersabar melaluinya.
Semoga ada akhir yang baik dari urusan ini.
Jika pun kenyataan nanti tak sesuai dengan harapan kami,
peliharalah kami dari kekecewaan.
Jadikan kami ridha dengan semua ketentuan-Mu.
Amin yaa rabbal alamin...

rindu hujan


Udah seminggu lebih hujan belum turun lagi. 
Seingatku, terakhir aku hujan-hujanan adalah Jumat sore pekan lalu. 
Itu 2 hari menjelang libur kerja. 
Sebenarnya sekarang tak terlalu berpengaruh sih karena hujan nggak hujan daerahku tetap adem ayem. 
Tapi tadi saat aku kembali menyambangi Kota Bogor, wuih rasanya gersang. 
Panas menyengat kulit. 
Debu-debu menempel di jalanan.
Beterbangan tertiup angin yang berhembus.
Pohon-pohon meranggas kekeringan.
Rumput-rumput layu tak bertenaga. 
Udara kotor. 
Tanah pun merekah terbelah-belah. 

Seandainya mereka bisa bicara, pasti semuanya akan berteriak, 
"Aku rindu hujan." (hehe). 
Namun, semua membisu. 
Hanya angin yang berdesir lembut seolah-olah ingin menghibur rasa gerah mereka.

Seandainya mereka bisa menyanyi, pasti bakalan mendendangkan larik-larik ini: 
oh, hujan..
datanglah, turunkanlah airmu
katakan bahwa kau menyayangi diriku
datanglah, bawalah kesejukan
agar kau dapat membuatku segar 

aku di sini duduk manis menantimu
aku pun ingin membuat kau tak menyesal
bahwa kau telah bersembunyi dari diriku
yang akan terus membuat kau berarti

datanglah nyatakan janji setia
datanglah bawalah dahagaku pergi
bersama dengan gelora rinduku padamu
(plesetan lirik lagu "Gelora Asmara" Derby Romero.. xixixi)

Di sisi lain, alat penjemur di rumahku malah tertawa sumringah.
Pasalnya setiap sore ia tidak lagi membawa beban pakaian.
Tampaknya ia sedang bersahabat baik dengan sang mentari.
Lihat saja, ia sukses mengeringkan baju-baju basah yang dibebankan padanya setiap pagi.
Semalaman ia tinggal istirahat dengan nyaman.
Berbeda dengan tanah, pohon, rumput, jalan, dan pagar yang sedang malang karena merindukan hujan.

#Ah, hidup memang ibarat sebuah roda yang berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang senang, kadang sedih. Kadang suka, kadang duka. Kadang susah, kadang bahagia. Kitalah yang harus pandai menghadapinya. Tak terpuruk di kala duka. Tak lupa diri di kala suka. Aih, nyambung nggak sih kalo kesimpulan dari tulisan di atas begini? Haha au ah elap... wekekekek..#

AYO, MUDIK!


Sepekan terakhir sebelum lebaran, stasiun televisi di tanah air rame-rame menayangkan siaran mudik. Yup, mudik adalah ritual tahunan menjelang lebaran. Biasanya mudik dialami oleh para pendatang yang mengadu nasib ke ibu kota atau ke kota lain. 

Meskipun harus menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilo, mereka tetap antusias untuk pulang ke kampung halaman. Supaya bisa berlebaran di tanah kelahiran, mereka rela kepanasan, kehujanan, terkena angin, bahkan menghabiskan waktu seharian di perjalanan. Demi berkumpul kembali dengan keluarga tercinta, segala ketidaknyamanan selama mudik tetap mereka hadapi. Setelah sekian lama berpisah dengan keluarga, setelah sekian waktu dipisahkan jarak, mudik akan menjadi alasan penting untuk kembali berkumpul dengan mereka. Bagaimana pun berlebaran di tengah-tengah orang terdekat lebih terasa menyenangkan. Itulah alasan kuat yang mendorong para pemudik untuk merayakan lebaran di kampung halaman. 

Konsekuensi logis dari ritual mudik itu telah menyebabkan angkutan umum kebanjiran penumpang. Bila tak pandai-pandai memesan tiket, kemungkinan untuk pulang tinggal impian. Makanya, banyak pemudik yang mempersiapkan dan memesan tiket jauh-jauh hari. Akibat lainnya, jalanan menjadi penuh oleh kendaraan, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Tentu saja kemacetan tak bisa dihindari. Akhirnya, mereka harus rela berpanas-panas ria selama perjalanan. Bahkan, musibah kecelakaan tak ayal sering terjadi. Entah itu karena faktor kendaraan, kondisi jalan, atau kesalahan sopir selama mengemudi. Tapi, tetap saja hal itu tak menurunkan minat, apalagi menciutkan nyali para pemudik untuk pulang.

Selain rintangan yang saya sebutkan di atas, para pemudik pun kerap dihadapkan pada berbagai praktik dan aksi kriminal. Mereka menjadi incaran para pencopet, penjambret, penodong, pembius, penghipnotis, bahkan pembunuh. Hiy, serem! 

Umumnya aksi-aksi kejahatan tersebut terjadi di berbagai kendaraan umum atau tempat-tempat umum yang didatangi pemudik, seperti terminal, stasiun, atau bandara. Di berita-berita sering ditayangkan korban dari aksi kejahatan tersebut. Sungguh tragis nasib korban. Miris sekali melihat kenyataan itu. Selain kehilangan harta benda yang dibawa, tubuh mereka mengalami luka-luka atau minimal pingsan. 

Hmm, tampaknya para pelaku kriminal memang telah lihai mencari korban. Maka, pemudik harus ekstra hati-hati. Untuk menghindari aksi kejahatan selama perjalanan mudik, kawan-kawan harus selalu siaga. Ingat, kata Bang Napi, "Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, tapi juga karena ada kesempatan, jadi waspadalah! Waspadalah!"

Berikut beberapa tips mudik (terutama jika memakai kendaraan umum):
(1) siapkan kondisi fisik yang prima, pakai pakaian dan sepatu atau sandal yang nyaman, pastikan baterai dan pulsa dalam keadaan penuh;
(2) bawa barang-barang seperlunya saja, hindari membawa barang-barang berharga;
(3) sering-seringlah berzikir, jangan melamun selama perjalanan (apalagi memikirkan saya :p) karena dengan pikiran yang kosong mudah terhipnotis;
(4) jangan mudah akrab dengan orang asing yang baru dikenal karena konon katanya hipnotis bisa terjadi melalui perbincangan;
(5) jangan menerima makanan atau minuman sembarangan karena bisa jadi telah tercampur dengan obat bius;
(6) tetap bersabar jika menemui kemacetan dan jangan panik; dan

(7) jagalah barang bawaan Saudara dan jangan meninggalkannya sembarangan. 

Itulah beberapa tips sederhana yang bisa kawan-kawan lakukan saat mudik. Selamet mudik, kawan. Semoga perjalananmu lancar dan menyenangkan. Selamet berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. ^__^

Menjaga Spirit Ramadhan


Tak terasa kini kita sudah memasuki hari ke-25 Ramadhan. Cepat sekali hari berganti. Tahu-tahu Ramadhan akan segera pergi. Sedih rasanya. Jika dulu para sahabat Rasululllah sangat antusias menyambut Ramadhan dan merasa sedih saat Ramadhan pergi, hal itu memang wajar. Siapa yang tak akan bergembira bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan? Siapa yang tak akan sedih berpisah dengan bulan Ramadhan? Pasti tak ada. Semua kaum muslim pasti akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan para sahabat.

Ramadhan memang bulan mulia. Hari-harinya begitu istimewa. Di bulan ini Allah mengobral pahala untuk hamba-Nya agar makin giat beribadah. Amalan wajib akan dilipatgandakan berkali-kali lipat, sementara amalan sunnah akan dinilai sama seperti amalan wajib. Karena itu, banyak kaum muslim yang berlomba-lomba mengerjakan kebajikan di bulan mulia ini. Selain berlimpahnya pahala, banyak momen penting yang terjadi di bulan mulia ini, yaitu turunnya Alquran yang merupakan kitab suci agama Islam dan pada malam sepuluh terakhir ada malam lailatul qadar (malam yang lebih baik daripada seribu bulan). 

Bagi saya, Ramadhan adalah bulan istimewa. Selalu ada nuansa bahagia yang saya rasakan saat menjalaninya. Selalu ada cerita indah yang saya dapatkan saat melaluinya. Ah, semoga spirit Ramadhan akan tetap hidup di hati saya juga kawan-kawan meski Ramadhan akan segera pergi. Semoga predikat takwa yang memang tujuan diperintahkannya shaum akan kita dapatkan. Semoga setelah Ramadhan ini kita menjelma menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik. Yang tak kalah penting, semoga kita masih diberi kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun mendatang. Amin ya rabbal alamin.

Belajar Bersyukur


Seringkali kita baru menyadari arti seseorang saat ia telah pergi dan menghilang. 
Seringkali kita juga baru menyadari betapa berharganya sesuatu saat sesuatu itu telah tiada.
Seringkali kita lebih sibuk memikirkan sesuatu yang belum dimiliki, sementara apa yang sudah ada di genggaman diabaikan begitu saja.
Seringkali kita lebih banyak mengeluh tentang sesuatu yang sudah dimiliki, padahal belum tentu semua orang memiliki apa yang kita punyai.

Begitulah, kadangkala kita lupa bersyukur atas apa-apa yang kita miliki. 
Padahal, semua yang kita miliki amat berharga dan berarti. 
Itu jika kita mau menyadarinya.

Bagaimana pun keadaannya, seperti apa pun kondisinya, harusnya kita bersyukur karena telah memilikinya.
Maka, sebelum penyesalan datang menghampiri, jagalah apa yang telah kita miliki dengan baik.
Perbaiki hubungan kita dengan orang-orang tersayang.
Rawatlah apa-apa yang ada di tangan kita.
Itu semua karena apa yang kita miliki adalah pemberian-Nya.
Kita akan diminta pertanggungjawaban atasnya.

Marilah belajar bersyukur, 
setiap hari, tanpa henti,
agar kita menyadari bahwa karunia-Nya tiada bertepi.

Ada sebuah pepatah persia yang berbunyi begini, 
"Seseorang mengeluh karena merasa memiliki sepatu yang tidak nyaman, tapi ia kemudian bersyukur ketika di jalan bertemu orang yang tidak mempunyai kaki".
Copyright 2009 SAHABAT HATI. All rights reserved.
Sponsored by: Website Templates | Premium Wordpress Themes | consumer products. Distributed by: blogger template.
Bloggerized by Miss Dothy