Apakah Anda seorang kakak? Bagaimana rasanya menjadi kakak? Menurut saya, terlahir sebagai kakak adalah sebuah keberuntungan. Betapa tidak, sejak kecil sang kakak akan diajarkan kemandirian. Seiring waktu ia dibentuk menjadi sosok yang bertanggung jawab dan bisa menjadi teladan bagi adiknya. Perasaan tak enak atau cemburu memang bisa muncul. Perhatian ibu agak berkurang padanya karena lebih tercurah pada sang adik. Akan tetapi, dari situlah sang kakak belajar untuk mengerti dan memahami. Ia akan terbiasa berbagi dan berempati dengan kondisi orang lain. Bahkan, suatu saat sang kakak pun bisa menjadi orang tua kedua sekaligus pelindung adiknya. Saya yakin, orang tua menaruh harapan besar pada sang kakak. Ibu dan ayah Anda pasti bangga memiliki anak yang bisa diandalkan. Mungkin, ibu Anda akan menangis terharu saat Anda membantunya mengasuh adik. Ayah Anda pun pasti memuji saat Anda berhasil menjaga adik.
Saya pernah membaca dan menonton kisah-kisah seorang kakak yang amat menyayangi adiknya. Terus terang karakter mereka begitu menginspirasi saya. Perjuangan dan pengorbanan mereka tiada bandingannya dengan saya. Saya belum bisa menjadi kakak yang didambakan. Saya masih belajar dari mereka untuk menjadi sosok kakak yang baik. Memang sih mereka hanya sosok fiktif belaka. Tapi, tak ada salahnya mencontoh karakter baik mereka.
Inilah sederet nama sang kakak yang melekat dalam ingatan saya.
Bagi seorang kakak, terutama bagi saya sendiri, kalimat "Kakak, aku menyayangimu" membuat hati amat bahagia. Saya selalu merindukan dan tak pernah bosan mendengar kalimat itu dari adik saya. Ah, semoga saya mampu menjadi kakak yang baik bagi adik-adik saya. Amin.








0 komentar:
Posting Komentar