Aku berdiri di depan cermin.
Kulihat bayanganku ada di sana.
Seketika tanganku meraba kedua mata.
Mata ini adalah pemberian-Mu.
Engkau memberikannya padaku secara gratis dan cuma-cuma.
Tanpa kuminta. Tanpa aku harus memohon.
Sungguh baiknya Engkau padaku.
Dengan mata ini aku bisa melihat keindahan dunia.
Dengan mata ini aku bisa menyaksikan keelokan alam-Mu.
Dengan mata ini aku bisa memandang kesempurnaan ciptaan-Mu.
Dengan mata ini aku bisa membedakan aneka warna.
Dengan mata ini aku bisa menatap cerahnya sinar mentari.
Dengan mata ini aku bisa menatap birunya hamparan langit.
Dengan mata ini aku bisa menatap putihnya awan berarak.
Dengan mata ini aku bisa menatap hijaunya daun.
Dengan mata ini aku bisa menatap jajaran pohon.
Dengan mata ini aku bisa menatap warna-warni bunga.
Dengan mata ini aku bisa menatap coklatnya tanah.
Dengan mata ini aku bisa menatap beningnya air.
Dengan mata ini aku bisa menatap tetes-tetes air hujan berjatuhan.
Dengan mata ini aku bisa menatap gelapnya malam.
Dengan mata ini aku bisa menatap indahnya langit senja.
Dengan mata ini aku bisa melihat kesibukan dunia.
Dengan mata ini aku bisa melihat hilir mudik orang berlalu lalang.
Dengan mata ini aku bisa melihat keteraturan tatanan kota.
Dengan mata ini aku bisa melihat kesemrawutan lalu lintas.
Dengan mata ini aku bisa memandang orang-orang yang menyayangi dan kusayangi.
Dengan mata ini aku bisa memandang wajah mereka.
Dengan mata ini aku bisa memandang sosok mereka.
Dengan mata ini aku bisa melangkah ke arah yang kusuka.
Dengan mata ini aku bisa berjalan tanpa hambatan.
Dengan mata ini aku bisa membaca ayat-ayat-Mu.
Dengan mata ini aku bisa membaca tulisan informatif dan inspiratif.
Dengan mata ini aku bisa menonton kisah penggugah jiwa.
Tak terbayang jika aku tidak punya mata.
Oh, alangkah suram dunia.
Alangkah gelap hariku.
Allah, terima kasih atas anugerah-Mu ini.
Terima kasih atas nikmat melihat.
Kini... daya lihat mataku mulai berkurang.
Tak sejelas dulu. Tak seterang dulu.
Ada rasa sedih menyelusup.
Aku menyesal telah memorsirnya.
Aku menyesal tak menjaganya dengan baik.
Aku lalai dalam merawatnya.
Oh, Allah maafkan aku karena tidak bisa menjaga pemberianmu dengan hati-hati.
Jika ini memang atas ketentuan-Mu.
Akan akan berusaha menghadapi kenyataan pahit ini.
Aku akan mencoba bersabar atas ketidaknyamanan ini.
Mohon pada-Mu jagalah mataku, ya Allah...
Dengan mata ini semoga aku makin dekat pada-Mu.









0 komentar:
Posting Komentar