RSS

Enam Makanan Pengganti Obat


Obat itu pahit (siapa yang bilang manis? :P hehehe). Makanya, saya kurang suka minum obat. Kalau tidak terpaksa, lebih baik menghindar deh. Pahitnya amit-amit. Mana besar-besar dan bulat lagi. Susah ditelan oleh tenggorokan. Maaf, Sodara-sodara itu kebiasaan buruk. Tidak usah ditiru (hehehe). Nah, berbicara masalah obat, ternyata ada makanan pengganti obat loh. Baca nih artikel di bawah. ^_^

***
Cuaca yang tak menentu ditambah gaya hidup yang kurang ideal akan membuat orang begitu rentan terhadap penyakit. Umumnya ketika diserang penyakit orang cenderung mencari berbagai obat untuk menyembuhkan diri. Padahal ada beberapa makanan yang berkhasiat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit. Apa saja?

Hampir semua makanan berpengaruh pada tubuh manusia, tetapi beberapa makanan memiliki khasiat lebih sebagai pengobatan jika dikonsumsi secara teratur dan benar.

Berikut beberapa makanan yang berpotensi untuk pengobatan, seperti dilansir Healthmad, Rabu (9/3/2011), yaitu:

1. Ikan salmon
img

Salmon mengandung omega-3 tertinggi, yang dapat mencegah masalah jantung. Penelitian menunjukkan bahwa makan salmon seminggu sekali akan mengurangi risiko serangan jantung dan juga menurunkan tekanan darah, arthritis (radang sendi), mencegah asma dan mencegah kanker lambung dan payudara.

2. Wortel
Wortel adalah makanan yang banyak mengandung beta karoten. Beta karoten berhubungan dengan anti kanker, meningkatkan sistem kekebalan dan melindungi arteri (pembuluh darah). Satu wortel sehari dapat mengurangi risiko kanker paru-paru dan sangat baik untuk mata. Wortel dipercaya dapat mencegah penyakit
mata seperti katarak.

3. Bawang putih
Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih akan mencegah banyak kanker pada hewan. Pada manusia, bawang putih dikenal dapat menurunkan tekanan darah, diabetes, membersihkan plak di pembuluh darah dan mencegah kanker perut karena mengandung antioksidan.

Makan beberapa siung (setengah satuan siung besar yang masih utuh) bawang putih setiap hari dapat menurunkan kolesterol dan mengurangi pembekuan darah.

4. Jeruk
Jeruk banyak mengandung vitamin C yang dapat mencegah flu dan pilek. Selain itu, jeruk juga dapat mencegah kanker paru-paru, lambung, pankreas, perut dan payudara.

Yang paling penting, karena jeruk mengandung potasium (kalium) dan vitamin B yang dapat mencegah stroke dan penyakit jantung, juga dipercaya untuk memelihara kejantanan pria.

Satu atau dua buah jeruk per hari bermanfaat untuk pengobatan, karena jeruk sangat umum dan mudah dimakan, sehingga lebih efektif untuk pengobatan.

5. Brokoli
Banyak yang tidak tahu bahwa penyajian 1 porsi brokoli mengandung 97 persen vitamin C yang merupakan pengobatan untuk masalah jantung. Antioksidan memelihara aliran darah normal dan mengurangi tekanan darah. Seratnya juga dapat menurunkan kolesterol dan mengatur kadar gula darah, sehingga baik untuk penderita diabetes.

Brokoli juga dipercaya dapat mencegah kanker paru-paru, lambung, prostat dan payudara karena mempengaruhi tingkat hormon.

6. Apel
1 buah apel sehari dapat menjauhkan Anda dari dokter. Apel mengandung vitamin C dan A yang efektif untuk menurunkan kadar kolesterol dan risiko kanker.


sumber:
http://health.detik.com/read/2011/03/09/124056/1587708/766/6-makanan-pengganti-obat?881104755 
(Merry Wahyuningsih)

Mataku Tak Seperti Dulu



Aku berdiri di depan cermin.
Kulihat bayanganku ada di sana.
Seketika tanganku meraba kedua mata.
Mata ini adalah pemberian-Mu.
Engkau memberikannya padaku secara gratis dan cuma-cuma.
Tanpa kuminta. Tanpa aku harus memohon.
Sungguh baiknya Engkau padaku.

Dengan mata ini aku bisa melihat keindahan dunia.
Dengan mata ini aku bisa menyaksikan keelokan alam-Mu.
Dengan mata ini aku bisa memandang kesempurnaan ciptaan-Mu.
Dengan mata ini aku bisa membedakan aneka warna.

Dengan mata ini aku bisa menatap cerahnya sinar mentari.
Dengan mata ini aku bisa menatap birunya hamparan langit.
Dengan mata ini aku bisa menatap putihnya awan berarak.
Dengan mata ini aku bisa menatap hijaunya daun.
Dengan mata ini aku bisa menatap jajaran pohon.
Dengan mata ini aku bisa menatap warna-warni bunga.
Dengan mata ini aku bisa menatap coklatnya tanah.
Dengan mata ini aku bisa menatap beningnya air.
Dengan mata ini aku bisa menatap tetes-tetes air hujan berjatuhan.
Dengan mata ini aku bisa menatap gelapnya malam.
Dengan mata ini aku bisa menatap indahnya langit senja.

Dengan mata ini aku bisa melihat kesibukan dunia.
Dengan mata ini aku bisa melihat hilir mudik orang berlalu lalang.
Dengan mata ini aku bisa melihat keteraturan tatanan kota.
Dengan mata ini aku bisa melihat kesemrawutan lalu lintas.

Dengan mata ini aku bisa memandang orang-orang yang menyayangi dan kusayangi.
Dengan mata ini aku bisa memandang wajah mereka.
Dengan mata ini aku bisa memandang sosok mereka.

Dengan mata ini aku bisa melangkah ke arah yang kusuka.
Dengan mata ini aku bisa berjalan tanpa hambatan.
Dengan mata ini aku bisa membaca ayat-ayat-Mu.
Dengan mata ini aku bisa membaca tulisan informatif dan inspiratif.
Dengan mata ini aku bisa menonton kisah penggugah jiwa.

Tak terbayang jika aku tidak punya mata.
Oh, alangkah suram dunia.
Alangkah gelap hariku.

Allah, terima kasih atas anugerah-Mu ini.
Terima kasih atas nikmat melihat.

Kini... daya lihat mataku mulai berkurang.
Tak sejelas dulu. Tak seterang dulu.
Ada rasa sedih menyelusup.

Aku menyesal telah memorsirnya.
Aku menyesal tak menjaganya dengan baik.
Aku lalai dalam merawatnya.
Oh, Allah maafkan aku karena tidak bisa menjaga pemberianmu dengan hati-hati.

Jika ini memang atas ketentuan-Mu.
Akan akan berusaha menghadapi kenyataan pahit ini.
Aku akan mencoba bersabar atas ketidaknyamanan ini.

Mohon pada-Mu jagalah mataku, ya Allah...
Dengan mata ini semoga aku makin dekat pada-Mu.
Amin. 

Duniaku Duniamu



Duniaku dalam derita
Duniamu dalam dilema
Duniaku duniamu dirundung duka

Duniaku diterjang debu
Duniamu dihantam deru
Duniaku duniamu diserbu

Duniaku dijarah
Duniamu dijajah
Duniaku duniamu dipecah dibelah

Duniaku diliputi dusta
Duniamu dipenuhi dendam
Duniaku duniamu diadu domba

Dulu duniaku duniamu disegani
Dulu duniaku duniamu ditakuti
Dulu duniaku duniamu damai dalam daulah

Drakula-drakula datang
Durjana-durjana datang
Dia duri dalam daging
Duniaku duniamu diobrak-abrik dirinya
Duniaku duniamu dikendalikan dirinya
Duniaku duniamu dihancurkannya

Dengarlah... 
Dengan diatur-Nya duniaku duniamu damai

Dengarlah... 
Dengan daulah duniaku duniamu damai

Dengarlah...
Dengan dakwahku dakwahmu
Dengan doa dariku darimu
Dengan daya-Nya
Duniaku duniamu dipastikan dahsyat


Desaku, Maret 2011

*kutulis dengan segenap rindu akan tegaknya kembali  
daulah khilafah yang berjalan di atas manhaj kenabian

Asyiknya Mengawas Try Out


Tahun ajaran ini aku kembali mengawas TO akbar yang digelar BP. Lagi dan lagi. Ya, selama terjun di BP, aku selalu terlibat menjadi pengawas. Entahlah, aku selalu kena sasaran ditawari. Gawatnya, aku tak tega menolak tawaran itu (hehe). Apa tampangku kelihatan penurut? (haha)

TO akbar termasuk salah satu hajatan rutin BP tiap tahun. Visi utamanya tentu untuk menjual BP ke masyarakat. Sederhananya, sebagai ajang promosi lah biar BP lebih dikenal oleh masyarakat (khususon siswa-siswa dan orang tua siswa). Lepas dari itu, TO juga bisa dijadikan ajang unjuk kemampuan oleh para siswa sebelum mereka menghadapi ujian sesungguhnya. Maka, tak heran peserta yang mengikuti TO tersebut selalu membludak. Alhamdulillah memang. 

Keterlibatanku dalam TO tentu bukan sekadar iseng atau cuma mengisi waktu luang. Sebenarnya lebih enak istirahat di rumah daripada mesti lembur di hari libur. Mana harus berangkat pagi-pagi pula. Tapi, aku punya alasan sendiri yang menggiringku untuk mengiyakan tawaran mengawas. 

Sebagai guru (layak nggak ya aku menyandang predikat ini? perasaan berat banget :D), aku ingin mendampingi para siswa dalam uji kemampuan ini. Paling tidak, aku berharap kehadiranku bisa memberi motivasi moral pada mereka (halah, sok orang penting, haha..). Di sisi lain, karena TO BP diadakan di sekolah-sekolah, aku jadi tak ragu-ragu untuk menerima tawaran mengawas. Aku suka berada di lingkungan sekolah. Paling tidak, mengawas TO sedikit mengobati kerinduanku terhadap sekolah. Sungguh, aku kangen mengajar di sekolah. Sangat rindu malah (hehe).

Sekolah adalah tempat kelima yang kusukai setelah masjid, rumahku, gunung, dan pantai. Berada di sekolah mengingatkanku akan jati diri. Makin memantapkanku mencintai profesi yang kugeluti. Menatap ruang-ruang kelas yang berjajar dan bertingkat, bangku-bangku yang berbaris rapi, ruang guru yang penuh meja, ruang perpustakaan yang penuh buku, atau halaman sekolah yang indah, amat menyenangkan. Seolah-olah ada spirit baru yang meresap ke dalam hati. 

Terbayang dalam pelupuk mataku para siswa antusias belajar di kelas, kemudian saat istirahat ramai-ramai berkunjung ke perpustakaan. Tergambar dalam benakku para guru berkumpul di ruang guru sambil mendiskusikan siswa yang diajarnya dan materi yang akan diajarkannya. Terbayang pula para siswa berlari-lari di halaman sekolah atau sekadar bergerombol di depan kelas saat pelajaran belum dimulai. Sungguh, bayangan yang mengharu biru.

Baiklah, sekarang kita kembali ke masalah TO saja. Maaf tadi agak melantur (hehe). TO akbar yang digelar BP ditujukan untuk semua tingkat, mulai dari SD sampai SMA. Hanya khusus tahun ini, TO SMA urung dilaksanakan. Entah apa alasan jelasnya. Masalah teknis mungkin. Pelaksanaan TO berurutan, selang dua pekan dari TO tingkat SMP ke TO tingkat SD. TO berlangsung dari pukul 08.00 s.d. 11.30. Pelajaran yang diujikan dalam TO sesuai dengan mata pelajaran yang di-UN-kan. Sejauh jangkauan penglihatanku, TO BP mendulang sukses dari tahun ke tahun.

Stop! Jangan bayangkan mengawas itu membosankan (hehe). Memang waktu 3,5 jam yang mesti dilalui lumayan panjang dan lama. Tapi, Ada banyak hal yang bisa dilakukan ketimbang cuma duduk-duduk manis mengawasi para siswa mengerjakan soal. Duduk doang sih dijamin bakalan terserang bosan akut (hehe). Makanya, aku selalu menerapkan trik-trik pengusir bosan, seperti sms-an dengan teman yang juga sedang mengawas. Nih dia cuplikan sms-nya (smsku dan Giyanti). Harap maklum sodara-sodara... karena kami berdua terobsesi menjadi wartawan dan presenter, jadi sms-nya begini (haha).

Gie --> INFO: hening. semilir angin hembuskan udara dingin bau tanah diguyur hujan gerimis tadi pagi. View dari ruang 12 SMANSA sajikan sisi gereja yang megah. Demikian sekilas info dari Bogor. Ganti!


Ai --> Info diterima. Dengan ini saya laporkan keadaan ruang 1 lantai 1 SMANSA aman dan terkendali. Semua peserta hanyut dengan pikirannya masing-masing, sementara tangan-tangan mungil mereka bergerak-gerak lincah di atas lembar soal. Demikian info dari saya. Nantikan liputan berikutnya!

Tak lupa aku selalu menyiapkan buku dari rumah. Bosan sms-an, aku bisa membaca. Kalau bosan membaca, bisa beralih ke HP untuk listening (music) dan fesbukan. Bosan nulis status atau komen-komenan di fesbuk, aku bisa jalan-jalan di lorong-lorong meja siswa sambil memeriksa pekerjaan mereka. Lelah berjalan-jalan, aku bisa menjalankan hobiku, yaitu memanfaatkan kamera HP (hehehe). Nih dia hasil jepret-jepretnya.

siswa-siswa serius duarius mengerjakan soal (kekekek)


 lucu-lucu deh ekspresi dan gaya mereka ^_^


 
ini tampang serius mereka dari depan, ckckck.. merhatiin apa sih, De? hehe

Akhirnya, waktu 3,5 jam tak terasa lama. Jarum jam merambat pasti, dari angka 08.00 menuju angka 11.30. Maka, berakhirlah TO. Para siswa bubar, pulang ke habitatnya masing-masing (hehe).

Demikian liputan TO akbar dariku. Sampai jumpa di TO akbar tahun depan (kalau ada umur panjang dan aku ditawari lagi mengawas ya... hehe).

Kenangan dari Rapat Akbar Bhe-Phe


Juni tahun kemarin BP mengadakan rapat akbar di kampus Al-Azhar, Jakarta. Usai rapat digelar, kami berhamburan keluar gedung. Plong rasanya bisa kembali berada di alam bebas setelah seharian full dikarantina di gedung rapat yang tertutup (hehe). Melihat pemandangan luar kampus yang cukup indah, hati kami tergerak untuk mengabadikannya. Jadilah sebelum pulang ke Bogor, kami sibuk berpose di halaman kampus (maklumlah banci foto semua, kekekek...). Inilah sebagian foto-foto yang lolos sensor (hehehe...).



tim kesebelasan akhwat bhe-phe siap bertanding melawan kejahatan :D


inilah wajah2 cool, calm, n confidence :D (tampang2 serasa ga punya utang, wkwk..)


mangan ora mangan yang penting ngumpul di tangga (hehehe)



nah kalo ini wonder girl versi bhe-phe (syar'i n percaya diri, hehehe)

Sungguh Indah CaraMu Menegurku...



Tak ada kejadian yang sia-sia. Semua terjadi atas izin-Nya. Semua terjadi atas kehendak-Nya. Di balik setiap musibah pasti ada hikmah yang bisa diurai. Di balik setiap peristiwa pasti ada pelajaran yang bisa direnungi. Di balik setiap ketentuan pasti ada kebaikan yang bisa dipetik. Hanya terkadang kita sendiri yang enggan memaknai hikmah itu. Kita enggan berusaha untuk mencari pelajaran dari-Nya. Padahal, semua kejadian yang menimpa kita, pasti untuk kebaikan diri kita karena Allah sungguh mengetahui hal terbaik untuk hamba-Nya.

Allah pun Mahatahu cara menegur hamba-Nya. Kini aku sedang mendapat teguran itu. Sungguh indah cara Dia menyadarkanku. Hmm... tampaknya semua yang dialami manusia memang bukan kebetulan semata. Pasti itu atas rencana-Nya. Allah lah yang menuntun hati manusia untuk tergerak. Allah pula yang menuntunku untuk membaca sebuah buku berjudul Bidadari Bumi. Dari buku itu aku mendapat pelajaran luar biasa. Pelajaran yang menyadarkanku akan satu hal penting. Pelajaran yang membuatku terhenti untuk terus-menerus berkata "kenapa" dan "andaikan". Pelajaran yang membuatku mulai menerima keadaanku.

Kisah yang diceritakan di buku itu mirip sekali denganku. Kisah itu dipaparkan berdasarkan kejadian nyata, bukan fiksi belaka. Nah, kisah yang mirip denganku itu berkenaan dengan jauhnya jarak yang mesti ditempuh oleh sang tokoh untuk menuntut ilmu. Sang tokoh harus berjalan kaki paling tidak 2 km setiap hari. Dia harus melewati jalanan terjal bebatuan tanpa aspal, bahkan naik turun gunung tanpa pepohonan rindang. Sungguh, betul-betul perjalanan berat lagi melelahkan, apalagi jika dilakukan di musim panas yang suhunya mencapai 40 sampai 50 derajat celsius. Hal itu membuat sang tokoh merasa seolah-olah menjadi pendekar yang naik turun gunung untuk mengalahkan musuh besarnya.

Perjalanan jauh itu tak menghentikan niatnya untuk menuntut ilmu. Kakinya tetap melangkah bersama tetesan-tetesan keringat yang mengalir deras. Dengan kondisi begitu, sang tokoh malah berpikir tentang segala hal yang menjadikan kelelahannya tidak sia-sia. Ia sibuk berpikir agar perjalanan yang ditempuhnya terasa bermakna dan tiap langkahnya tak membawa penyesalan. Bersama tiap langkahnya, ia menghitung-hitung niat yang ada di benaknya. 

Subhanallah... niat yang dipikirkan sang tokoh itulah yang membuatku tertegun. Inilah untaian kalimat yang dipikirkan oleh sang tokoh.

Aku tinggal jauh di rumah itu dengan niat agar langkah-langkahku menempuh kebaikan menjadi lebih banyak, berarti lebih banyak pula nilai pahalaku dan tinggal di rumah yang bersatu dengan masjid memudahkanku untuk beriktikaf setiap waktu terutama karena masjid itu belum ramai dikunjungi orang. Pemandangan indah di sekitar masjid, pegunungan dengan bebatuan aneka warna bisa memudahkanku bertafakkur dan mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan.

Saat aku berjalan keluar menuju sekolah, kuniatkan setiap langkahku sebagai bentuk khidmah (pelayanan terhadap agama) kepada Allah dan Rasul-Nya juga berharap berkah dari para wali di negeri ini. Aku niatkan bersama tiap degup jantungku, seiring langkah-langkahku sebagai sarana mensyiarkan agama Islam karena aku melangkah untuk menuntut ilmu yang akan aku sampaikan pada saudara-saudara seiman ketika aku pulang ke negeriku nanti. Aku niatkan pula tiap desah nafasku untuk menyenangkan hati Rasulullah saw. di alam beliau sana karena dari sekian umatnya yang banyak lupa syariatnya, aku adalah satu dari sedikit mereka yang mau lelah mempelajari ajarannya untuk disebarluaskan kepada umatnya.
(Bidadari Bumi: 25)

Huhu... aku tergugu. Dulu, betapa seringnya aku mengeluhkan jauhnya jarak yang mesti kutempuh untuk menuntut ilmu. Betapa tak terhitungnya kalimat Kenapa rumahku jauh sekali? terlontar dari mulutku. Betapa mudahnya aku mengatakan kalimat Andaikan rumahku tidak sejauh ini. Aku begitu menyalahkan keadaan. Hingga sampai sudah kerja pun, aku masih suka mengeluhkan jauhnya jarak rumahku ke kantor.

Oh Allah, ternyata ada hikmah yang bisa kuperoleh dari perjalanan jauh sehari-hari yang biasa kutempuh. Ternyata semakin jauhnya langkah, aku malah berkesempatan mendapat pahala lebih banyak. Rumahku juga berada di dekat gunung. Setiap saat aku bisa memandang keindahan gunung itu dari kejauhan. Rumahku masih dikelilingi pohon, kebun, dan sawah. Setiap waktu aku bisa menikmati keindahannya dan menghirup udara yang masih fresh.

Ya, harusnya aku bersyukur karena dengan begitu aku lebih mudah bertafakkur. Aku harusnya bersyukur karena bisa menikmati indahnya ciptaan-Mu setiap waktu. Duh, Allah… terima kasih atas teguranmu. Semoga aku tak mudah lagi mengeluhkan keadaan rumahku yang jauh. Semoga jarak bukan lagi penghalang bagiku untuk menjemput dan menyebar kebaikan. Amin.

Aku Lebih Beruntung


kala letih mendera,
lelah oleh segudang aktivitas,
ada rumah yang bisa kutuju,
rumah indah tempat bernaung,
tempat melepas segala lelah.

sementara di luar sana,
mungkin ada yang tak punya tempat tinggal,
mungkin hanya bisa berlindung di kolong jembatan,
mungkin hanya bisa pulang ke rumah kardus,
mungkin hanya bisa pulang ke rumah gubuk.

aku lebih beruntung dibanding mereka...

saat penat melanda,
bosan oleh rutinitas harian,
ada keluarga yang menungguku,
siap memberi keceriaan,
siap mendengar keluh kesah,
siap meluruhkan segala gundah.

sementara di luar sana,
mungkin ada anak hidup sendiri,
tak punya ibu tak punya ayah,
tak punya keluarga yang mengayomi.

aku lebih beruntung dibanding mereka...

ketika lapar menimpa,
ada hidangan komplit tersedia,
makanan yang menggugah selera,
untuk menuntaskan rasa lapar.

sementara di luar sana,
mungkin ada yang tak punya makanan,
mungkin ada yang tak bisa makan,
mungkin ada yang bersusah payah menahan lapar.

aku lebih beruntung daripada mereka...

tatkala rasa kantuk menggoda,
ada kamar tempat beristirahat,
ada tempat tidur tempat berbaring,
ada bantal guling tempat bersandar,
ada selimut tempat berlindung.

sementara di luar sana,
mungkin hanya tidur beralaskan koran,
mungkin cuma berbaring di atas tikar,
tanpa bantal tanpa guling,
tanpa selimut penghalau dingin.

aku lebih beruntung daripada mereka...

ya, aku lebih beruntung bukan?
nasibku lebih baik dibanding mereka.

Allah, terima kasih atas pemberianMu,
terima kasih untuk rumah yang indah,
terima kasih untuk keluarga yang hangat,
terima kasih untuk makanan yang lezat,
terima kasih untuk kamar yang lengkap,
terima kasih untuk tempat tidur yang nyaman,
terima kasih untuk semua...

itu hanya secuil pemberianMu yang bisa kusebut,
karena masih banyak sederet anugerahMu,

tak terhingga semua karuniaMu,
tak terhitung segala nikmatMu.

Engkau senantiasa melimpahkannya.
padahal, aku belum bisa membalasnya,

tidak, aku tak mungkin sanggup membayarnya,
aku tak mungkin mampu menebusnya,
karena Engkau tak berharap balasanku,
karena Engkau tak memerlukan bayaranku.

Allah... jadikanlah aku,
hambaMu yang pandai bersyukur...

Rabb... jadikanlah aku,
hambaMu yang ringan berbagi pada sesama...

Tuhanku... jangan biarkan diriku,
masuk ke dalam golongan orang kufur...

Ilaahi... jauhkan aku,
dari sifat takabur...

amin yaa rabbal alamin...

Kenangan Manis Bersama Sahabat


Bila kalian sedang penat dan bosan dengan kehidupan, tak ada salahnya mencoba terapi ini. Bukalah album foto-foto lama yang berkesan dan membanggakan, bertemulah dengan teman-teman lama yang baik dan hangat, atau bongkarlah lemari, gudang-gudang penyimpanan barang-barang tua milik kalian, semua itu setidaknya segera akan menggantikan sekian % pikiran kalut kalian. Membuat lega.
(The Gogons: 57)
 
Kalau saya sih lagi ngerasa penat atau nggak, tetep suka membuka foto-foto lama saya bersama kawan-kawan. Itung-itung nostalgia mengenang masa muda (halah, berasa udah tua aja :D). Nih dia foto-fotonya... ^__^ 
 
   
ini fotoku bareng dewi. qt adalah dua sejoli di kampus.. ^_^ kemana pun bareng2, lengket kayak prangko, hehe. dari awal kuliah sampe tingkat akhir qt selalu bersama. malah, qt bikin gamis kembar segala, hehe. kompak kan? :D



nah, ini foto aq n temen2 cewek sekelas di kampus .. sebelum masuk kelas, qt bergaya dulu di depan kamera, hehehe..



 
foto ini diambil pas lunch di BTM. karena nunggu pesanan makan lama banget, ya udah kita foto2 dulu, hehehe...
walau kelaparan, tetep aja pasang senyum, hehe... wajah-wajahnya cukup ceria kan? nggak keliatan tampang lapar kan? :D


dua sejoli + fitri --> trio manis, hehehe..
qt berfoto di depan gedung FKIP. sengaja berdiri di depan plangnya biat keliatan bangga dengan fakultas ini, hehehe..



kalo ini fotoku bareng echa di belakang kampus. qt lagi mojok berdua, tapi ternyata ketangkep kamera, hahaha...


Qt berempat berfoto di taman FKIP. Salahin yang moto yang ya kalo yang lebih keliatan di foto ini orangnya, bukan tamannya... hahaha..


perhatikan background-nya! KEREN kan? kayak di taman2 Eropa ya? hahaha.



hayo, ini lagi ngeliat apa coba? :D
ini gara-gara semuanya pengen difoto, tapi nggak ada orang yang bisa dijadiin kameraman. akhirnya, kamera disimpen di dinding tempat wudlu... haha... niat bgt ya? :D
tapi lumayan, hasilnya nggak terlalu mengecewakan... :D


nah, ini foto pas acara dialog muslimah. kebetulan qt bertiga menjadi penerima tamu. setelah para peserta masuk ruangan dengan tertib, akhirnya qt bisa tersenyum puas... ^_^


3 bidadari nongkrong di dpr (di bawah pohon rindang :D), pohonnya udah dipangkas jadi yang keliatan cuma bidadarinya, hehehe...



 
4 sekawan senasib sepenanggungan sebangsa setanah air :D
Copyright 2009 SAHABAT HATI. All rights reserved.
Sponsored by: Website Templates | Premium Wordpress Themes | consumer products. Distributed by: blogger template.
Bloggerized by Miss Dothy