RSS

cerita saat hujan


Hujan selalu mendatangkan kedamaian dan ketenangan. Kadangkala hujan juga menyuguhkan kejadian tak terduga alias kejutan. Seperti yang kualami dua hari lalu, hujan telah memberikan cerita indah untuk dikenang. Sore itu sekitar pukul 4 aku dan temanku pulang dari tempat kerja. Sebelum pulang, kami mampir lebih dulu ke pasar untuk membeli sepatu. Tak mudah menemukan sepatu yang cocok dan nyaman di kaki hingga kami terpaksa berkeliling dari satu kios ke kios lain. Setelah lelah berjalan, kami menemukan sepatu yang dicari.

Keluar dari pasar kami berjalan menuju angkot. Beruntung tak lama kemudian angkot yang kami tunggu melintas. Dalam perjalanan pulang kami memutuskan akan membeli bakso Larewo yang terletak di Pamoyanan, Bogor Selatan. 

Saat itu cuaca masih cerah. Cocok untuk jalan-jalan sore. Namun, saat tiba di Sukasari, cuaca mulai mendung. Satu dua tetes air hujan mulai berjatuhan. Makin mendekati Pamoyanan, hujan makin bertambah besar. Kami turun dari angkot disambut guyuran hujan yang cukup deras. "Waduh, mana aku nggak bawa payung... gimana ini?" ucapku agak bingung. Untungnya, temanku membawa payung. Akhirnya aku ikut berlindung di bawah payungnya. Kami pun menyeberang. Saat melangkah ke kios bakso Larewo, kami melihat kiosnya sudah tutup. "Yaaaaah...," keluh kami kecewa. "Kita makan lo mie aja di Cipaku?" ajak temanku. "Oke deh...," jawabku tanpa banyak berpikir. Dari dulu aku juga memang penasaran ingin mencicipi lo mie yang selalu ia ceritakan.

Jarak antara kios bakso Larewo dengan kios lo mie Cipaku cukup jauh. Karena tidak ada tempat berteduh, kami langsung mengambil langkah menuju tempat jualan lo mie. Kami berjalan beriringan di bawah guyuran hujan. Payung yang kecil itu tak mampu melindungi seluruh tubuh kami sehingga sebagian baju kami basah. Jalan yang kami lalui agak sempit dan tidak memiliki trotoar sehingga saat berjalan berkali-kali kami diklakson dari belakang. Ah, sungguh risih dan tak nyaman. Lama-lama sepatu dan kaos kaki kami basah. Tapi kami tak memedulikannya. Kami terus berjalan sambil menertawakan keadaan yang menimpa kami tanpa mempedulikan keadaan sekitar. 

"Mendapatkan sesuatu yang diinginkan itu memang perlu pengorbanan, termasuk dalam hal ini," pikirku dalam hati untuk menghibur diri. 

Hingga akhirnya kami tiba di depan tempat jualan lo mie. "Romatis banget ya kita?" ucap temanku sambil tertawa-tawa. Aku mengangguk menyetujuinya. Hmm... dipikir-pikir, berjalan sepayung berdua di bawah guyuran air hujan itu memang amat romantis :D.

Kami langsung memesan dua mangkuk lo mie dan dua botol teh. Tak lama pesanan kami siap. "Oh lo mie itu kayak gini..." ujarku saat melihat lo mie disajikan si pedagang. Sebelum diaduk ternyata mirip bubur karena di atasnya ditaburi kerupuk. Setelah diaduk lebih terlihat mirip sup krim karena memang kuahnya kental. Nah, setelah dicicipi rasanya mirip bakso (hehe). Yupz, lo mie adalah kombinasi mie dan bakso dengan kuah maizena (kalo tak salah) dan taburan kerupuk. Kami pun segera menyantapnya dengan lahap :D. Enak enak enak :D. Dalam sekejap mangkuk yang tadinya penuh itu langsung ludes tak bersisa. "Laper, maruk, apa doyan, neng?" (hehe).

Ajari Kami Bersabar


Melihat kebahagiaan berpasang-pasang insan aku terenyuh.
Mendengar kabar gembira mereka hatiku bersorak.
Menyaksikan rencana baik mereka dalam merenda ikatan suci aku bertepuk tangan.
Sungguh bahagia menonton hari bersejarah sepasang insan-Mu.
Namun, tak urung hatiku ikut bimbang.
Satu tanya menyerbu, muncul dalam benak.
"Kapan aku mengalami hari bahagia itu?"
Aku ingin merasakan kebahagiaan mereka.
Aku ingin mengalami kebahagiaan seperti mereka.
Aku ingin tersenyum di samping seseorang yang akan menjadi pelindungku selama sisa usia.
Aku ingin menjalin ikatan suci itu.
Aku ingin bahagia bersama dirinya.
Dan dia, pernahkah dia memikirkan hal ini?
Tuhan, pernahkah dia memikirkan tentang ini?
Atau dia sama bingungnya denganku?
Akal manusia memang terbatas.
Tak bisa mengira dan menerka.
Tak mungkin menjangkau sesuatu yang hanya menjadi rahasia-Mu.
Hanya memungkinkan bagi kami untuk meminta petunjuk-Mu.
Aku yang di sini dan dia di sana, mudah saja bagi-Mu mempertautkan kami.

Maaf ya Allah, bukan aku mendesak-Mu untuk menyegerakan niat baik kami.
Bukan aku tak sabar ingin menjumpai hari bahagia itu.
Tentu saja aku paham, aku takkan bisa mempercepat sesuatu yang belum Engkau izinkan.
Sebaliknya, aku takkan sanggup menunda-nunda sesuatu yang telah Engkau tetapkan.
Hanya saja kini aku tengah dibakar cemburu.
Cemburu menyaksikan mereka bersatu, sementara aku tetap sendiri dalam penantian.
Ya Allah, rasanya bercampur aduk.
Ada bahagia dan pedih bercampur baur.
Tapi aku tak ingin mengasihani diri.
Aku yakin bila masanya tiba, Engkau akan mempertemukan kami.
Ya Allah... didiklah kami agar menjadi pribadi yang lebih baik hingga kami memang pantas untuk disandingkan.
Ajarilahlah kami agar lebih siap menata hidup dalam ikatan suci-Mu.
Berikan rahmat-Mu pada kami agar kami bisa mengecap kebahagiaan yang Engkau anugerahkan.
Jadikan kami hamba-hamba yang bersabar dan bersyukur dalam menerima ketetapan-Mu.
Genggam hati kami agar tak pernah putus asa sedikit pun dalam menanti keputusan-Mu.
Amin ya rabbal alamin.

ada rindu


ada rindu dalam kalbu
rindu yang mengharu biru

ada rindu menghujamku
rindu yang membeku

ada rindu menghinggapiku
rindu yang kian tumbuh seiring waktu

ada rindu menyerbuku
rindu yang meminta bertemu

ada rindu mengganggu
rindu yang menyiksa batinku

ada rindu dalam diriku
rindu yang utuh untukmu

kapankah kita menuai rindu
sebelum rindu ini membatu?

Istimewanya Menuntut Ilmu

"Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga." (HR. Muslim)

Sabda Rasullullah terngiang-ngiang dalam benak.
Memacu dan mengobarkan semangat diri.
Maka, pagi ini aku bergegas.
Mengusir kantuk yang menggelayut,
mengabaikan kasur empuk, 
mengacuhkan selimut tebal, 
melawan angin dingin, 
menempuh jarak ratusan kilo, 
melintasi waktu, 
menerobos kabut pagi, 
Berjalan menuju tempat yang dimuliakan dan dihadiri malaikat-Nya.
Demi sebuah pertemuan penting,
demi merajut ukhuwah,
demi menjemput ilmu-Nya,
aku pergi dari rumah.

Terbayang dalam angan akan sulitnya perjuangan para sahabat.
Dulu mereka berjalan dalam gelap, mengendap-endap, menghindari incaran musuh hanya demi mendapat ilmu dari Rasulullah.
Kini dibanding mereka, jalan yang kulalui lebih mudah.
Aku pun bisa pergi dengan aman tanpa diintai musuh.

Dalam langkah aku memantapkan hati. 
Luruskan niat ini semata-mata karena-Mu ya Rabb...
Jangan sampai pengorbananku sia-sia belaka.
Semoga aku memeroleh ilmu bermanfaat untuk dunia dan akhirat.
Semoga amalan ini mendekatkanku pada-Mu.
Amin.

Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan


Saat bangun tidur, terngiang-ngiang kata-kata begini dalam benakku, "Tak ada yang perlu dikhawatirkan, tak ada yang perlu dikhawatirkan, tak ada yang perlu dikhawatirkan."

Untuk sejenak saya termangu. Mimpi apa saya semalam? Kenapa tiba-tiba muncul kata-kata begitu? Namun, hingga beberapa menit saya merenung, otak saya tak bisa mengingatnya. Buntu. Malahan, semalam saya tidur nyenyak hingga rasanya tak memimpikan apa pun. Entahlah.

Tapi, kata-kata itu ada benarnya juga. Memang betul, tak ada yang perlu saya khawatirkan. Meski hari-hari ke depan akan berjalan lebih rumit, tak ada yang perlu saya khawatirkan secara berlebihan. Seberat apa pun masalah yang akan saya temui, pasti Allah telah menyiapkan jalan keluarnya. Sesulit apa pun rintangan yang akan saya hadapi, pasti Allah memberi kemudahan di setiap langkah saya. Sedalam apa pun kesedihan yang akan saya tanggung, pasti Allah memberi kebahagiaan sesudahnya. Sepelik apa pun ujian yang akan saya lewati, pasti Allah akan memberi pemecahannya. Saya hanya tinggal melalui semuanya dengan tegar dan sabar. Rencana-Nya adalah yang terbaik. Tak mungkin ada kekeliruan dalam ketetapan-Nya.

Bismillah... berilah aku kekuatan untuk melalui bulan Juli ini ya Rabb.. amin.

refreshing sekaligus memacu adrenalin di Dufan


Pada cuti hari ke-2, Selasa, 28 Juni 2011, saya dan ketiga teman kerja berkunjung ke Dunia Fantasi (Dufan). Kami berangkat dari Bogor pukul 08.15 dengan menumpang kereta ekonomi AC. Saat berangkat dari stasiun Bogor, keadaan kereta cukup sepi hingga kami bisa duduk dengan santai.

Namun, lama kelamaan, dari stasiun satu ke stasiun lain penumpang makin berdatangan hingga membuat kereta penuh sesak. Kami tak bisa lagi duduk dengan nyaman karena banyak orang berdiri di depan kami. Untung, kami berada di gerbong khusus perempuan. Kalau mesti campur baur dengan para lelaki, wah pasti tak leluasa.

Sekitar pukul 10 lewat kami tiba di Stasiun Kota. Dari sana, kami menumpang metromini jurusan Dufan. Tak kama kemudian, sampailah kami di depan gerbang Dufan. Di pintu masuk pertama ternyata kami harus membayar tiket seharga Rp15.000,00. Nah, sampai di pintu masuk Dufan, kami harus membeli tiket lagi seharga Rp150.000,00. Meski hari kerja, kami harus membayar tiket weekend karena selama rentang tanggal 18 Juni - 31 Juli diberlakukan harga tiket weekend. 

Wuih, baru sampai pintu masuk aja udah ramai, apalagi nanti di dalam. Saya sudah membayangkan pasti nanti antrean menuju wahana penuh. "Hmm... biarlah, kita jalani saja, kawan. Kita punya waktu seharian untuk berada di tempat ini. Pokoknya kita harus main sampai puas," gumam saya lebih ditujukan pada diri sendiri :D. Maka, masuklah kami ke Dufan dengan perasaan senang :D.

Setelah menyerahkan kartu, tangan kami dicap.


Sambil berjalan menuju wahana-wahana yang ada di sana, kami sudah sepakat akan memprioritaskan mencoba wahana yang memacu adrenalin terlebih dahulu alias wahana ekstrem :D. Nah, sebagai pemanasan, kami singgah ke rumah ajaib dan rumah kaca. Meski dari luar terlihat datar, ternyata di dalam kondisi lantai di rumah ajaib sangat miring. Kami harus berjalan sempoyongan dalam gelap. "Seperti inikah kalau ada gempa atau tsunami?" ucap kami lirih. Lega rasanya ketika kami berhasil keluar dari sana. 

Nah, ini pintu masuk ke rumah ajaib.


 

Kemudian, kami masuk ke rumah kaca. Huwaa... ternyata sama-sama memusingkan. Di dalam rumah kaca banyak jalan berkelok-kelok. Beberapa kali kami malah menemui jalan buntu. Namun, setelah mencoba lagi dan mengikuti rombongan lain, akhirnya kami menemukan pintu keluar. 


"Alhamdulillah... masih hidup," seru kami setelah turun dari tornado. Yupz, tornado adalah wahana ekstrem yang kami naiki untuk pertama kalinya. Dulu kami masih merasa ciut, tapi hari itu kami memberanikan diri. Hmm... naik tornado betul-betul menguras emosi dan tenaga :D.

Jika orang lain berteriak untuk mengekspresikan rasa takut dan kagetnya, saya hanya bisa diam membisu. Mulut saya terkunci rapat dan mata tertutup. Mungkin karena terlalu gugup :D. Saya merasakan badan saya melayang-layang, naik turun, dan telungkup tengkurap berkali-kali. Nah, setelah turun, badan lemas. Rasanya seperti habis dibanting-banting, kepala pening, perut mual, tapi kami merasa puas. Setidaknya rasa penasaran kami terbayar sudah :D.

Lepas dari sana, kami menuju bianglala. Antrean cukup panjang. Banyak keluarga yang berbondong-bondong untuk menaiki wahana ini. Kami harus menunggu sekitar setengah jam untuk bisa duduk di bangku bianglala. Naik bianglala tidak setegang naik tornado, cukup menyenangkan malah. Suasananya santai. Kami bisa menikmati pemandangan sekitar Dufan dari atas. Semilir angin sepoi-sepoi hampir-hampir meninabobokan kami :D. 


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12. Kami pun makan siang. Berhubung kepala masih pusing, kami memutuskan menyantap bakso di cafe Planet Bakso. Saat kondisi seperti itu, makanan pedas berkuah rasanya amat nikmat :D.



Setelah salat zuhur, kami menuju wahana perang bintang. Antrean cukup panjang. Setelah menunggu sekitar setengah jam lebih, kami pun masuk. Suasana di dalam gelap, rasanya mirip di ruang angkasa (padahal saya belum pernah ke ruang angkasa :D). Kami menaiki semacam mobil sambil menembak-nembak. Wuah, tangan saya pegal dan kram :D.

Selanjutnya kami menuju arung jeram. Wuih, antreannya panjang banget. Kami pun mengurungkan niat dan lebih memilih langsung menuju halilintar. Ternyata di sini antreannya juga panjang. "Kurang lengkap rasanya datang ke Dufan kalo nggak naik halilintar," begitu ucapan yang saya dengar dari orang-orang. Dengan melihat animo pengunjung yang begitu besar terbukti sudah bahwa halilintar memang termasuk wahana favorit . Meski harus berdiri berdesak-desakkan, kami pun sabar mengantre. Kurang lebih dua jam akhirnya kami berhasil duduk di kursi halilintar. Hush, roda halilintar berjalan gesit dan cepat melintasi rel yang lurus, menanjak, menurun, melengkung, dan tegak. Meski tidak terlalu menakutkan jika dibandingkan dengan naik tornado, saya tetap tidak berani membuka mata. Hanya sekitar dua menit kami duduk di kursi halilintar, tak sebanding dengan waktu yang dihabiskan untuk menunggu antrean.


Saat turun dari halilintar, waktu sudah menunjukkan pukul 3 lebih. Kami istirahat sebentar di bawah pohon sebelum melaksanakan salat ashar. Lepas ashar, kami kembali mengantre. Kali ini kami memilih wahana journey to the center of the earth. Hmm... ternyata di sini pun sama dengan antrean di wahana halilintar, panjang dan lama. Waktu berputar dengan pasti, sementara kami masih berdiri dalam antrean. Kaki kami pegal-pegal karena terlalu lama berdiri, tapi kami tetap bertahan dalam antrean. Wahana ini di-setting mirip bioskop, bedanya kursi yang disediakan agak tinggi dan dilengkapi sabuk pengaman karena ketika nanti kursi akan bergerak-gerak mengikuti alur film. Yupz, di wahana ini kami akan menonton film 3D. Ketika menyaksikan film yang diputar, kami ikut terlibat dalam cerita film. Akhirnya setelah sekitar dua jam berdiri, kami pun berhasil duduk di atas kursi "ajaib" tersebut. Beberapa saat kemudian, film diputar dan kami langsung larut dalam cerita. "Hwaaa.... hwaaaa.... hwaaaa...," teriakan penonton menggema ke seluruh sudut gedung dan menggantung di langit-langit bioskop. Benar-benar mengasyikkan ternyata. Filmnya seru dan mendebarkan. Dari awal film diputar sampai ending, mata saya tetap terbuka :D. Sayangnya durasi yang disediakan hanya sepuluh menit, singkat banget. "Pengen lagi. Ikut lagi yuk!" bisik saya pada seorang teman. "Kalo mau, ngumpet dulu di sana, baru ntar kita duduk lagi," ujarnya. Kami tertawa bareng. "Eh, nggak usah ah, kasian yang lain," kata saya akhirnya sambil melepas sabuk.

Sampai di pintu keluar, hari sudah gelap. Lampu taman menyala di berbagai sudut. Orang-orang masih berlalu lalang. Ada juga yang masih bertahan dalam antrean. Kami langsung menuju wahana hysteria dan kicir-kicir. Sejak awal kami memang telah meniatkan hati untuk menaikinya. Beruntung, wahana hysteria sedang sepi. Kami bisa menaikinya tanpa harus lama mengantre. Duduklah kami di kursi hysteria dengan perasaan agak takut. Tak lupa kami saling menguatkan diri. Perlahan hysteria bergerak. Hush... saat sedang ngobrol, tiba-tiba kursi kami digerakkan ke atas dengan kecepatan dahsyat, kemudian diturunkan dengan cepat pula. Begitu terus beberapa kali melawan gerak gravitasi. Saya kembali gugup hingga mengunci mulut dan menutup mata. Saya merasakan badan saya seperti melayang-layang, ditarik dan dihempaskan ke bawah. Rasanya seperti ditendang ke angkasa luas :D. Tangan saya pun gemetar. Hati sungguh berdesir :D. Setelah turun, rasanya plong :D.

Selanjutnya, kami menuju wahana kicir-kicir. Kebetulan, di sini pun sepi. Kami bisa langsung duduk tanpa antre. Meski badan masih sedikit gemetar, saya tidak kapok untuk uji adrenalin lagi :D. Huwaa... kicir-kicir ternyata lebih menyeramkan dibanding tornado. Badan kami tak hanya dijungkirbalikkan ke atas dan ke bawah, tetapi juga diputar-putar hampir 360 derajat. Saat diputar, kepala miring ke kiri dan ke kanan. Dahsyat banget deh putarannya. Leher terasa sakit. Tentu saja, saya kembali menutup mata :D. Tapi sekali-sekali saya bisa berteriak mengekspresikan rasa takut dan kaget saat kursi kicir-kicir bergerak-gerak dengan kecepatan penuh. Setelah turun, saya bisa menghembuskan nafas lega. "Selamet.... selamet... alhamdulillah," gumam saya pelan sambil menepuk dada.

Untuk melemaskan otot-otot yang tegang dan membuat badan rileks, kami naik masuk ke gedung istana boneka. Di sana kami naik perahu sambil melihat-lihat aneka boneka warna-warni yang unik dan lucu dari berbagai negara. Hmm... bener-bener menyenangkan. Apalagi diiringi musik pula, suasana santai sungguh terasa.

Keluar dari sana, kami memutuskan untuk pulang. Saat berjalan ke depan kami melewati wahana kora-kora. Kebetulan di sana sepi pengunjung, berbeda dengan siang tadi yang penuh antrean. Jadi kami tertarik untuk naik. Namun, saat bersiap melewati pagar pembatas, penjaga di sana mengatakan bahwa sementara wahana ditutup karena sebentar lagi akan diadakan pesta kembang api. Dia pun menyuruh kami untuk menyaksikan pesta tersebut. Akhirnya kami menuju ke tempat yang ditunjuknya. Ternyata di sana sudah banyak orang berkumpul. Benar saja tak lama kemudian, pesta kembang api dimulai. Suasana begitu semarak. Orang-orang mendongak ke atas. Di atas sana tersaji pemandangan yang indah. Langit yang gelap gulita menjadi penuh cahaya. Beberapa saat saya tertegun. Pada menit-menit terakhir sebelum pesta kembang api berakhir, saya baru terpikir untuk merekamnya. Sangat terlambat memang, tapi daripada tidak sama sekali bukan? hehe...

Setelah pesta kembang api berakhir, kami memutuskan pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.00. Saat menuju pintu keluar kami berpapasan dengan badut-badut lucu. Kami pun tergoda untuk berfoto bersama :D. Puas foto-foto, kami pun pulang. "Mari pulang... marilah pulang... marilah pulang bersama-sama... :D."




Hari yang amat melelahkan, menegangkan, dan mendebarkan telah berhasil kami lalui. Kami bersyukur bisa mengalami hal-hal baru di sini. Bersyukur pula memiliki tubuh yang sehat dan kuat hingga bisa mencoba wahana paling ekstrem sekali pun. Thank You Allah... ^_^

Berdasarkan wahana yang kami naiki, berikut urutan wahana paling ekstrem menurut sudut pandang saya :D.
1) kicir-kicir
2) tornado
3) hysteria
4) halilintar
5) journey to the center of the earth
6) bianglala
7) rumah kaca
8) rumah miring
9) perang bintang
10) istana boneka

Ya Allah, Berkahilah Sisa Usiaku


Sekarang adalah hari lahirku.
Berarti usiaku bertambah satu tahun. 
Sebaliknya jatah hidupku di dunia berkurang satu tahun. 
Sungguh tak terasa tahun begitu cepat berganti.
Biarpun usiaku makin menua, semoga jiwaku tetap muda.
Semoga semangat dan tekadku tetap membara.

Ya Allah.. berkahilah sisa usiaku.
Istiqomahkan aku agar selalu berada di jalan-Mu.
Tetapkan hatiku agar selalu terpaut pada-Mu.
Terimalah semua amal-amalku yang telah lalu.
Jadikan ia sebagai penolongku ketika menghadap Engkau nanti.

Ya Rabb.. semoga aku menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih ikhlas, lebih dewasa, dan lebih mulia.
Semoga aku menjadi sosok muslimah berkepribadian Islam.
Semoga aku menjadi insan yang memberi berguna bagi agama-Mu.
Semoga aku menjadi orang yang mampu memberi manfaat bagi banyak orang.

Ya Allah.. semoga di tahun mendatang semua impianku menjelma menjadi kenyataan.
Aku tahu semua yang terjadi dalam hidupku adalah ketetapan terbaik dari-Mu,
karena itu kugantungkan hidupku pada-Mu ya Ilaahi.
Semoga aku selalu siap menerima apa pun keputusan-Mu.
Amin ya rabbal alamin.

temu kangen sambil kuliner di agri park taken bogor


pengumuman: hari ini, 27 juni 2011, saya cuti dari kantor (hehe). cuti hari pertama ini saya manfaatkan untuk kumpul dengan guru-guru bepe (ah dasar ya lagi cuti juga tetep ngumpulnya sama temen-temen kantor, wekekek...)

setelah sekian lama berpisah, setelah sepersekian meter dipisahkan jarak, setelah sepersekian detik dipisahkan dimensi waktu, akhirnya kami bisa berkumpul kembali *khususnya dengan mba linda (mantan guru bepe :D)*

sungguh pertemuan yang penuh istimewa, rasa haru menyeruak, rasa bahagia membuncah, rasa senang menghinggapi, rasa damai menghampiri setiap sisi dinding hati kami.

terima kasih atas kesempatan ini ya Rabb.. semoga kami tetep menjaga ukhuwah ini walau jarak dan ruang membentang di antara kami..
*teuteup ya sok puitis... wkwkwk*

 yang berkerudung hitam --> mba linda
yang berkerudung biru --> mba umi
yang berkerudung coklat --> saya :)

 mendoan isi: daging, sosis, telur (@Rp5.000,00) --> 
rasanya mantap, enyak enyak enyak :D


 es kelapa muda (kalo orang sunda menyebutnya "dawegan") -->
ehm.. segar nikmat :D (Rp8.000,00)





 paket nasi empal Rp17.000,00 (rm saung ngariung) --> 
ehm.. maknyus tenan :D

paket nasi ayam Rp17.000,00 (rm saung ngariung) --> 
ehm.. maknyus tenan :D

sedikit info nih kawan *kali aja kamu berminat datang ke agri park :D*:
~ agri park terletak di dekat taman kencana, bogor. 
~ di sana banyak berjejer warung makan yang menawarkan beragam menu pilihan dengan harga terjangkau dan cita rasa yang enak (maknyus pokoknya :D). jadi kamu bebas memilih menu sesuai selera dan kantongmu :D
~ di depan warung2 itu tersedia meja dan kursi (ada yang terbuat dari bambu/kayu, ada juga yang terbuat dari beton) yang dinaungi pohon rindang. yupz, agri park didesain sebagai tempat makan yang berada di luar ruangan (outdoor). jadi kamu bisa menikmati makanan sambil ngobrol santai bareng teman-temanmu ditemani semilir angin sepoi-sepoi :D.
~ agri park adalah tempat nongkrong yang nyaman :D
*weleh.. saya mesti nagih royalti nih sama agri park karena udah ngebantu promosi... kkkkkk*

surat untuk ayah tercinta


Dear ayah,

Ayah, mendengar namamu disebut, hatiku berdesir. 
Serta merta sosokmu muncul memenuhi benak. 
Terbayang jelas semua jasamu di pelupuk mata.
Terukir terang semua kebaikanmu dalam hati.

Ayah, mengingat semua salahku padamu, hatiku bergejolak.
Tiba-tiba mataku memanas.
Hatiku pedih tak berperi.
Aku merasa tak tahu diri hingga membiarkan engkau terluka.

Ayah, betapa ingin aku membahagiakanmu.
Aku selalu ingin melihatmu tersenyum.
Hatiku menciut jika menyaksikan wajah murammu.
Pikiranku kalut jika melihat tampang sedihmu.

Ayah, maafkan aku atas semua salah dan khilafku.
Maafkan semua kebodohan dan kelancanganku.
Maafkan aku karena belum bisa membahagiakanmu.
Maafkan aku karena belum bisa menjadi kebanggaanmu.

Ayah, kumohon jangan bersedih karena aku.
Kumohon jangan terlalu mengkhawatirkaku.
Tak apa jika aku harus bersedih asal engkau jangan.
Biarlah aku menanggung kesedihan ini sendirian.

Ayah, membahagiakanmu adalah salah satu impianku.
Aku akan selalu berupaya mewujudkannya dengan tanganku.
Aku akan berjuang sekuat tenaga untuk meraihnya.
Jadi ayah, izinkan aku membalas jasamu meski hanya secuil saja.

Ayah, terima kasih telah mendidik dan membesarkanku.
Terima kasih atas kebaikanmu selama ini.
Aku sangat bahagia karena telah terlahir sebagai putrimu.
Sungguh aku beruntung menjadi putrimu.

Ayah, semoga Allah selalu bersamamu, menjagamu, dan melindungimu.
Semoga Allah membalas semua kebaikanmu.
Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan rejeki yang berkah padamu.
Semoga Allah meng-istiqomahkan engkau di jalan-Nya.
Semoga nanti kita bisa berkumpul kembali di jannah-Nya.
Amin.

Menjelajah Mie Ayam&Bakso (Lagi)

Adeku suka banget makan mie ayam. Kalau aku nanya, "Pengen dibeliin apa, De?" Pasti dia menjawab dengan mantep, "Mie ayam". Jadilah Selasa beberapa hari lalu saat aku cuti ngantor, aku ngajak dia shopping ke salah satu mall di Bogor. Setelah puas dan pegel keliling-keliling, kami menyantap makan siang. Tentu saja, adeku memilih mie ayam, sedangkan aku memesan bakso malang. Cekidot foto-foto di bawah! :D

bakso malang jagoan Rp14.500,00

Ini adeku dan santapan siangnya (satu porsi mie ayam yamin Rp12.000,00). 
Semuanya dilahap sampe habis loh... hebat kan? :D


Copyright 2009 SAHABAT HATI. All rights reserved.
Sponsored by: Website Templates | Premium Wordpress Themes | consumer products. Distributed by: blogger template.
Bloggerized by Miss Dothy