RSS

Senja di Atas Rumahku


Hari ini tak ada KBM sore, jadi kuputuskan pulang dari kantor lebih awal. "Aku harus cepat-cepat sampai rumah. Ada hal penting yang ingin kulakukan di rumah," begitu pikirku saat keluar dari kelas. Maka, setelah semua urusan kantor selesai, bergegas aku keluar kantor. Lalu, menaiki angkutan umum yang membawaku menuju rumah. 

Selama perjalanan, aku tak melakukan apa pun. Hanya mataku yang bekerja. Yah, waktu selama perjalanan kuhabiskan dengan melihat-lihat sekeliling. Jarang-jarang bisa menikmati pemandangan sore. Maka, kuedarkan pandangan ke setiap penjuru kota. 

Tampak orang-orang baru pulang kerja. Sama denganku, mereka pun sepertinya tak sabar ingin segera sampai di rumah masing-masing. Terbukti dari langkah kakinya yang panjang-panjang dan bergerak cepat (cuma nebak, hehe).

Angkot-angkot dipenuhi penumpang. Sebagian lagi betah ngetem di pinggir jalan, membuat arah jalan sedikit terhambat. Kendaran pribadi berlalu lalang. Tumpah ruah di jalan-jalan. 

Toko-toko di sepanjang Jalan Surya Kencana sudah ditutup. Beberapa ada yang masih dibuka. Pedagang kaki lima di pasar tradisional mulai membereskan dagangannya dan bersiap-siap pulang. Pedagang makanan yang mangkal di sepanjang jalan sedang sibuk menggelar dagangannya dan merapikan warung tendanya. Beberapa pengunjung mulai berdatangan ke warung tenda dadakan itu. Pengamen tetap bergeriliya dari satu angkot ke angkot lain tak kenal waktu. Pedagang asongan masih sibuk menawarkan dagangan pada orang-orang yang melintas di depannya.

Beruntung setelah melewati BTM, perjalanan lancar tanpa ada kemacetan yang berarti. Seperti yang kuinginkan, aku sampai rumah sebelum azan magrib berkumandang. Sekeliling masih cukup terang. Cuaca yang cerah menjadikan siang seakan terasa lama. Setelah berganti baju, aku segera menjalankan niatku. Berjalan ke teras belakang lewat pintu samping. Ada yang harus kulakukan di sana. Apakah itu? Menatap langit senja, kawan (hehe). Itulah rutinitas sore kalau aku sedang berada di rumah.

Saat tiba di teras belakang, langsung kutengadahkan kepala ke atas. Langit mulai diwarnai semburat jingga. Sungguh pemandangan yang cantik. Mataku amat takjub melihatnya. Bibir kelu tak tahu hendak berucap apa, hanya berbisik lirih "subhanallah".

 


Ya Rabb... siang-Mu telah berlalu. Kini malam-Mu kembali menjelang. Ampunilah kesalahan dan dosa-dosaku. Berilah keberkahan pada malam yang akan kulalui. Tetapkan hatiku agar selalu tertuju pada-Mu. Istiqomahkan aku di jalan-Mu. Semoga aku menjadi hamba yang senantiasa berserah diri pada-Mu. Amin yaa Rabbal alamin.

dari wiskul di WT hingga gaya-gayaan di Taken & Takol


Hari ini aku dan teman-teman udah wiskul (wisata kuliner) di WT (warung taman). WT terletak di dekat Taman Kencana (Taken) Bogor. Tempatnya nyaman. Menu yang tersedia beragam. Harga pun terjangkau.

Ini beberapa menu yang kami santap tadi siang.






Sambil menunggu pesanan terhidang kami saling bercerita dan berbagi canda tawa. Tentu saja, tak lupa foto-foto dulu :D.



Selesai makan, kami memutuskan pergi ke Gramedia Botani. Dari WT kami berjalan melalui Taken. Tergoda dengan kehijauan dan keindahan yang ditawarkan taman, kami pun langsung beraksi mengambil hape. Sejurus kemudian, kami asyik pasang gaya di depan kamera. Meski jalanan cukup ramai dengan lalu lalang kendaraan dan orang-orang yang melintas, kami tak memedulikannya (haha benar-benar narsis :D). Barulah setelah puas foto-foto, kami naik angkutan menuju ke Damri.



Setelah muter-muter di Gramed, kami pulang. Tapi, sebelum pulang kami mampir dulu ke Taman Koleksi IPB samping Botani. Lalu, beraksi lagi di depan kamera (hehe).




 Kebersamaan memang indah, kawan.
Kebersamaan mendatangkan kebahagiaan.
Bertemu dan berkumpul membawa keceriaan.
Detik demi detik berlalu dengan makna.
Ada canda tawa yang bisa dibagi bersama.
Ada cerita yang bisa direnungi bersama.

Sungguh, kita patut bersyukur atas nikmat ini.
Begitu banyak orang-orang di luar sana yang melewati waktu dalam kesendirian yang memprihatinkan.
Sementara kita masih bisa mengecap nikmatnya tertawa dalam kecukupan.
Terima kasih atas anugerah ini ya Allah.
Terima kasih telah mengumpulkan kami dalam indahnya persahabatan yang dilandasi ukhuwah Islamiyah.

menyukaimu kesekian kalinya


malam boleh saja suram
langit boleh saja kelam
gelap pekat merajai semesta

saat kau di atas sana
dunia terasa terang
kau berpijar indah
membagi cahaya pada jagad raya

dan aku
tak pernah bosan memandangmu
tak jemu menatapmu
takjub dengan kemunculanmu selalu

memandangmu membahagiakan
sinarmu ingin kuraup
akan kusimpan pada wajahku
biar dunia tahu
aku mengagumimu
kaulah satu bukti kebesaran-Nya

aku selalu menyukaimu
meski tak setiap hari kau hadir
aku menyukaimu
dulu, kini, hingga nanti
mungkin sampai 'ku mati

dengarlah bisikku, wahai dewi malam
'tuk kesekian kali aku menyukaimu
pesonamu akan kuukir dalam hati

akhirnya aku makan pempek (lagi)

Jika kau ingin tahu apa yang mengganggu pikiranku beberapa minggu terakhir, aku akan memberitahumu. 
Tapi, cukup satu hal saja, tak usah semuanya. 
Salah satu hal tersebut berkaitan dengan makanan. 
Apa itu? Pempek.
Eits, kuharap kau tak menertawakanku.
Agak konyol memang.
Tapi begitulah adanya.
Betul kawan, aku ngebet banget pengen makan pempek. 
Tapi, keinginan itu selalu tertunda. 
Selain karena belum sempet menjelajah tempat penjualan pempek yang enak, aku juga ragu-ragu untuk menyantapnya. 
Pasalnya, kuah pempek itu mengandung cuka. 
Cuka tidak baik untuk perutku.
Perutku agak bermusuhan dengan makanan yang asam-asam.

Hari ini, aku tak kuat lagi membendung keinginan itu (hehe).
Maka, aku sedikit melanggar asupan makananku. 
Malam ini aku menuntaskan mimpiku memakan pempek.
Yah, setelah berminggu-minggu ngidam pempek, akhirnya hari kesampean juga melahapnya.
Jadi aku tidak diganggu hantu pempek lagi (hehe).
Plong rasanya...
Satu beban pikiranku luruh sudah (hehe segitunya yah? :D).
Kini... hanya berharap perutku akan baik-baik saja.
Semoga baik-baik saja.
Jangan sampai terjadi apa-apa Ya Allah.

Ini dia pempek jari tangan yang kusantap.
Hmm... enak enak enak :D

Trend Pemakaian Singkatan dan Akronim


Singkatan dan akronim termasuk materi bahasa Indonesia yang diajarkan di sekolah dasar. Masih ingatkah kamu dengan materi pelajaran ini, kawan? Kalau lupa, lanjutkan terus membaca tulisan ini agar ingatanmu terhadap materi ini kembali pulih (hehe).

Materi ini termasuk mudah kok. Tak perlu pusing-pusing menghafalnya. Cukup dipahami saja, maka kamu akan ingat selamanya.

Apa itu singkatan? Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Hal yang bisa disingkat mencakup nama orang, nama gelar, kata sapaan, jabatan atau pangkat, nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, nama dokumen resmi, lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.

Widih, banyak banget! Gimana menghafalnya? Tenang, tidak usah dihafal, yang penting dipahami. Perkara beginian tak akan muncul di soal ujian kok (meureun… :D). Paling yang ditanyakan kaidah penulisannya saja. Nah, untuk mengetahuinya, baca saja buku Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan :D.

Lalu, apa yang dimaksud dengan akronim? Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Aturan penulisannya antara lain: gabungan huruf awal (ditulis dengan huruf kapital); gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata (ditulis dengan huruf awal kapital dan huruf selanjutnya kecil). Aturan tersebut untuk akronim yang digunakan pada nama diri. Akronim yang bukan nama diri harus ditulis dengan huruf kecil semua.

Gimana kawan? Udah mulai ingat atau masih remang-remang? (hehe). Kalau begitu, apa perbedaan akronim dan singkatan? Bedanya bisa dilihat dari cara membacanya. Singkatan dibaca per huruf (contoh BP = Bintang Pelajar), sedangkan akronim dibaca sebagai kata (contoh: SIM = Surat Izin Mengemudi). Gampang kan membedakannya?

Dewasa ini, pemakaian singkatan dan akronim ini makin marak di tengah masyarakat. Bahkan cenderung menjadi trend. Setiap orang berlomba-lomba membuat singkatan yang unik dan mudah diingat dari kata-kata apa pun. Malahan, saat saya menyuruh siswa membuat contoh singkatan dan akronim, beberapa siswa menyebutkan kata-kata yang kocak, contoh duren (duda keren), mutu (muka tua), kanker (kantong kering), taksi (botak di sisi), bronis (brondong manis) wekekek, cumi (cuma mimpi), telmi (telat mikir), dll.

Tak ketinggalan, artis-artis pun banyak yang memakainya, baik namanya disingkat atau dibuat akronim. Sebut saja, ada KD, JB, Jupe, Depe, BCL, IDP, Jelo, dll. Kenal  kan dengan mereka? (kalau belum, kenalan dulu aja :D).

Nah, apa yang dilakukan seleb, pasti akan ditiru oleh masyarakat, minimal oleh para penggemarnya. Maka, bukan hanya artis, masyarakat biasa pun banyak yang memakai singkatan atau akronim ini pada namanya. 

Tak percaya? Coba saja perhatikan sekitar. Atau jangan-jangan kamu juga biasa dipanggil dengan nama yang disingkat atau dibuat akronim?

Kasus begitu terjadi pada saya. Entahlah siapa yang memulai dan punya ide. Tiba-tiba di BP saya dipanggil Aiwa (Ai Warni). Hanya beberapa memang yang memanggil begitu. Jujur saya tidak menyukainya, sungguh (hahah). Kedengerannya aneh banget. Tapi, apalah daya, saya tak bisa menghentikan mereka. Toh mereka yang memanggil, suka-suka merekalah. Akhirnya, saya hanya menerimanya dengan pasrah (hahah).

Yang lebih hebat lagi, orang nomor satu di negeri tercinta ini pun memakai singkatan pada namanya. Tau dong siapa? (kalo nggak tau kebangetan, hehe). Berbicara tentang singkatan, saya jadi teringat dengan pesan singkat yang dikirim seorang teman beberapa hari lalu.

Begini isi pesannya:
Pak Susilo Bambang Yudhoyono telah berhasil menyingkat namanya menjadi SBY. Tapi beliau bingung dalam memilih ketua KPK karena bila nama calonnya disingkat, jadi lucu.
Satrio Priyono Budi Utomo (SPBU)
Narto Komar Baharudin (Narkoba)
Busyro Burhan Ahmad Yamin (Bubur Ayam)
Bakhul Somad (Bakso)
Citro Lukito Basuki (Cilukba)
Hamdan Hamid Hasibuan (Hahaha)
Jangan cuma tertawa, kirim ma rakyat Indonesia biar 1 Indonesia tertawa, ha..ha..ha..

Saya tergelak sampai terguling-guling saat membacanya. Benar-benar kocak banget kan? Mari tertawa bersama. Ups, maaf bapak-bapak calon ketua KPK. Kami bukan menertawakan Anda. Tolong izinkan kami tertawa atas akronim dan singkatan dari nama Anda :D.

Yang Hilang Telah Kembali


"Horeeeeeeeeee, buku-bukuku udah kembali!” pekik gadis itu. Belum lama teriakannya hilang ditelan waktu, ia kembali berseru-seru.
“Yes, yes, yes, akhirnya....” pekiknya lagi dengan jemari tangan mengepal sambil dinaikturunkan di samping dada.
“Senangnya hatiku. Turun resah gelisahku. Oh, bukuuu...," lanjutnya sambil bernyanyi (ngikut jingle iklan IN*AN* di tv :D).

Begitulah respon yang ditampakkan oleh gadis tinggi semampai itu. Ia berjingkrak-jingkrak riang sambil memasang senyum paling manis ketika kiriman paket buku yang telah ditunggu-tunggu berada dalam tangannya. Siapa pun yang melihat aksinya, pasti akan menyangkanya gila karena sejak tadi ia berbicara sambil senyum-senyum sendiri. Tapi, gadis berkerudung merah muda itu seakan tak peduli dengan keadaan sekitar. Ia terlalu bergembira hingga lupa akan penilaian orang-orang sekitar yang melihatnya. Saat ada rekan kerja yang mendekat ke arahnya, serta merta ia memamerkan buku-buku itu. Ia ingin mengabarkan pada orang-orang betapa gembira suasana hatinya saat itu. Hal itu terlihat sekali dari sorot matanya yang berbinar-binar bagai bintang timur.

Gadis itu tengah bahagia karena bisa kembali mendapatkan buku-buku favoritnya. Dulu, ia pernah kehilangan beberapa buku. Memang, buku-buku yang hilang itu tak kembali lagi. Tapi, ia mendapatkan gantinya. Judul sama, tapi wujudnya lebih bagus karena baru. Tentu saja, ia pun mendapatkan buku yang lebih banyak. Semuanya berjumlah delapan buah, padahal bukunya yang hilang hanya tiga buah. Ia berhasil membuktikan apa yang diyakininya bahwa ketika ia kehilangan sesuatu, suatu saat ia akan mendapatkan ganti yang lebih baik dari Allah. Loh, bukannya ia mendapatkan buku-buku itu dengan membelinya alias tidak gratis? Tentu saja, ia memperoleh buku-buku itu dengan membayarnya memakai rupiah. Tapi, siapa yang memberinya uang? Siapa yang melimpahkan rezeki padanya? Allah bukan? Karena rezekinya yang cukup berlimpahlah, ia bisa menyisihkan uang untuk membeli buku-buku itu. Jadi, tentu saja ada campur tangan Allah atas semua itu.


“Selamet datang buku,” ujarnya pada 5 cm, 9 Matahari, Norman Edwin, Hafalan Salat Delisa, dan Bidadari-Bidadari Surga.
“Selamet datang kembali buku,” ucapnya pada Negeri 5 Menara, Twilight, dan Ayahku (Bukan) Pembohong. Sejurus kemudian, ia berdoa dengan khusyuk.
“Semoga ada hikmah yang bisa kupetik darimu. Semoga kau membuat hari-hariku menyenangkan,” harapnya dengan lirih.

Sebelum dibaca, buku-buku itu disampulnya dengan rapi. Setelah selesai urusan sampul menyampul, disimpannya buku-buku itu di rak. Sambil menyusun buku-buku itu, mulutnya bergumam pelan hampir tak terdengar.

“Selamet bergabung dengan teman-temanmu, wahai buku. Semoga betah tinggal di sini. Hmm.. kayaknya kau akan sering berada di luar sana karena ada begitu banyak orang yang menanti untuk membacamu. Mulai besok aku akan membacamu satu persatu. Jadi, kau harus bersabar menunggu giliran. Berdiamlah dengan manis di sini. Berjanjilah, kau harus awet dan tahan rusak.”

Wahai diri, Jangan Menyerah

"Selama angka 1 masih berdiri, aku tidak boleh menyerah. 
Selama jarum jam masih berputar, aku tak boleh berhenti berusaha. 
Pun saat menghadapi situasi dan kondisi tak mengenakkan, aku tak boleh menyerah."

"Wahai diri, bertahanlah... 
Kuatlah seperti wanita-wanita perkasa yang berjuang tak kenal lelah. 
Setidaknya bertahanlah sampai bertemu akhir bulan ini. 
Ingatlah, kehadiranmu amat berarti buat mereka (mungkin). 
Bukankah kau telah berjanji untuk membantu mereka hingga akhir? 
Ayolah, jangan menyerah dan putus asa."

"Wahai hati, tegarlah... 
Luruskan niatmu. 
Jangan mudah terbawa suasana. 
Gelorakan semangatmu. 
Pupuk terus harapanmu. 
Tetaplah bertahan di antara segala derita. 
Tabahlah menerima segala duka nestapa. 
Balut lelahmu dengan niat yang tulus. 
Niscaya kau tak akan mudah goyah diterpa segala bencana. 
Bukankah kau telah bertekad untuk membantu mereka mengejar mimpinya? 
Ayolah, jangan menyerah dan putus asa."

"Suatu hari usahamu akan membuahkan hasil. 
Kau akan bahagia melihat keberhasilan mereka. 
Kau akan gembira mendengar kesuksesan mereka. 
Mungkin pengorbananmu tidak besar. 
Mungkin peran sertamu tergolong kecil. 
Tapi, percayalah itu cukup berarti. 
Paling tidak, Dia tahu sejauh mana usahamu. 
Jadi, jangan pernah menyerah sedetik pun. 
Hantarkan mereka meraih mimpi-mipinya."

"Ya Allah... saksikanlah, aku tidak akan menyerah meski diterjang lelah bertubi-tubi. 
Kuatkan diri ini ya Rabb... 
Izinkan aku membantu mereka. 
Izinkan aku mewujudkan mimpi besarku, yaitu membantu mereka mewujudkan impiannya. 
Amin Allahumma amin."

Iklan Petualangan di Televisi


Kalau malam-malam susah tidur, saya akan menyalakan televisi. Lalu, tangan saya sibuk memindah-mindahkan channel hanya untuk melihat iklan Nutrilon Royal 3 dan Djarum Super (hehe). Saya sedang tergila-gila dengan kedua iklan tersebut. Rasanya tak bosan-bosan menyaksikannya.

Dari segi segmen, tentu saja saya tidak termasuk sasaran dari iklan itu. Saya bukan balita lagi yang harus mengonsumsi Nutrilon. Saya juga bukan perokok. Jadi, produk yang diiklankan itu sebenarnya tidak berpengaruh apa-apa bagi saya. Toh saya tak tergoda sedikit pun atau punya niat apa pun untuk membeli produk itu. 

Itu dari sisi pengaruh produk yang diiklankan terhadap konsumen. Tapi, dari segi konsep iklan yang ditayangkan beda lagi. Jujur, iklan itu sudah memberikan efek besar buat saya. Setelah melihat iklan tersebut, naluri dan jiwa petualangan saya serta merta muncul ke permukaan (hehe). Yah, tayangan iklan tersebut telah menggerakkan hati saya. Bener-bener bikin ngiler deh. Mupeng sangat.

Tak percaya? Coba saja dicek! :D





Kedua iklan tersebut memiliki kesamaan tema, yaitu adventure alias petualangan. Slogan yang diusung pun hampir sama: life is an adventure (Nutrilon Royal 3) dan my great adventure Indonesia: my life, my adventure (Djarum Super). Bener kan? :)

Karena bertema petualangan, tentu saja menampilkan sang model iklan yang sedang bertualang di alam bebas menyusuri tempat-tempat indah. Pemandangan yang disajikan bagus. Gambarnya indah dan menarik. Apalagi, yang disajikan keindahan alam Indonesia, terutama dalam iklan Djarum Super. Di iklan ini ada air terjun, gunung, dan pantai.

Gambar yang disajikan dalam iklan Nutrilon pun tak kalah menarik. Apalagi di situ ada bayi-bayi bule yang lucu sedang berlari-lari di tepi pantai dan duduk-duduk di tepi danau. Hanya saja saya kurang tahu persis lokasi pengambilan gambarnya. Hayo di Indonesia atau bukan? Tapi, sepertinya di Indonesia ya?

Meski tidak menayangkan adegan sang model meminum susu atau menghisap rokok, kedua iklan itu tetap menebarkan pengaruh kepada konsumen setianya untuk tetap berlangganan. Pesan dari iklan itu tetap tersampaikan kepada konsumen (waduh, gaya saya udah kayak kritikus ulung aja ya? sok mengomentari begini... haha...). 

Apa coba pesannya? Yah, namanya juga tayangan iklan, pastilah mendorong konsumen untuk mengonsumsi produk yang diiklankan. Anak-anak pasti menunjuk ibunya dan merengek minta dibelikan susu Nutrilon. Abang-abang atau bapak-bapak pasti segera berhambur keluar untuk membeli rokok Djarum Super (meureun... nggak tahu saya kejadian sebenarnya :D). Yang pasti, paling saya salah satu konsumen yang tidak terpengaruh untuk membelinya... xixixi...

Pokoknya saya betul-betul suka dengan tayangan kedua iklan ini. Jempol 4 deh untuk si pembuat (hehe). Keren! :D

Kangen Liburan

Kabarku saat ini? Emm, gimana aku bisa menceritakannya? Yah, benar. Aku tidak baik-baik saja. Aku hanya berusaha terlihat baik-baik saja. Kondisiku sebenarnya buruk. Amat buruk. Sampe-sampe hari ini aku tak kuat pergi kemana-mana. 

Kalau bukan karena karunia-Nya, tak mungkin aku bisa melewati pekan kemarin. Sangat ajaib aku bisa kembali berjumpa dengan hari Ahad ini.

Tak terasa memang hari Ahad kembali tiba. Sungguh, waktu amat cepat berlalu. Hari amat cepat berganti. Rasanya baru kemarin hari Senin, eh sekarang udah Ahad lagi.

Kau tahu, pekan kemarin aku betul-betul sibuk. Berangkat pagi pulang malam. Cukup banyak kebiasaan yang kulanggar. Sarapan pagi terlewatkan. Paling-paling hanya sempat menyeruput teh manis atau minum susu. Makan siang? Sering telat. Makan malam pun kurang bisa kunikmati. 

Karena fisik terlalu cape dan lelah, tidur juga agak susah. Akhirnya, sering begadang dengan pikiran tak tentu arah. Pernah karena mendapat serangan ngantuk yang begitu hebat, siang-siang aku menyeduh kopi. Olala, sesudahnya perutku mual mules. 

Bener-bener kacau deh. Semuanya serba tidak teratur. Yang lainnya? Belajar bahasa Arab mandeg. Nonton DVD nggak sempet. Belajar masak memasak terhambat. Sulamanku ter-pending dan nggak sempet kepegang lagi. Nonton dan baca berita jarang, hanya sesekali saja. 

Jangan tanya tentang hafalan Quranku, nggak nambah-nambah soalnya. Masih muter di situ-situ. Huwaaa... gimana ini? Waktu untuk meningkatkan kualitas diri tersita sudah. Tampaknya aku harus kembali memanaje waktu.

Kini, aku merasa di ujung lelah. Padahal pekan-pekan ke depan masih akan kembali disibukkan dengan jadwal mengajar. Maka, biarlah hari ini kunikmati dengan istirahat untuk memulihkan kondisi fisikku. Moga-moga esok kembali fit dan siap beraktivitas lagi. 

Ya Allah, beri aku kekuatan dan kesehatan untuk melewati hari-hari ke depan. Semoga bulan ini dapat kulalui dengan baik. 

Sebenarnya ingin sekali pergi berlibur. Sungguh, pada saat-saat seperti ini, aku kangen banget liburan. Tapi apalah daya, dewi fortuna belum berpihak padaku, keadaan belum mengizinkan. Sekarang hanya berusaha sabar menunggu masa liburan tiba.  

Ya Allah, pertemukan aku dengan bulan depan. Begitu banyak agenda liburan yang ingin kulakukan.

aku rindu berada di sini


Aku suka berada di sini
Menatap kilauan air laut membiru
Menatap langit biru tanpa ujung
Memandang ombak bergulung-gulung
Memandang karang tegar berdiri

Aku suka berada di sini
Bermain-main dengan pasir
Merasakan lembutnya diinjak kaki
Bermain-main dengan air
Merasakan dinginnya di pori-pori

Aku suka berada di sini
Melihat pohon kelapa melambai-lambai
Melihat nelayan terapung di tengah laut
Menghirup angin yang berhembus
Menghirup aroma khas nan unik

Aku suka berada di sini
Menyaksikan mentari perlahan beranjak
Menyaksikan langit menggelap
Menikmati sepotong panorama senja
Menikmati cahaya jingga terbentuk sempurna

Sudah lama aku tak ke sini
Lama sekali hingga aku tidak ingat
Waktu terakhir mengunjunginya
Yang kutahu dalam hati,
kini aku ingin berada di sini
Aku rindu berada di sini
Copyright 2009 SAHABAT HATI. All rights reserved.
Sponsored by: Website Templates | Premium Wordpress Themes | consumer products. Distributed by: blogger template.
Bloggerized by Miss Dothy