RSS

Ayah, Ibu, Izinkan Aku....


Malam ini aku mencoba menulis surat kepada ayah dan ibu. Surat yang kutulis atas rasa hormat dan baktiku kepada kalian. Kurangkai kata demi kata atas nama seorang anak yang mencintai ayah dan ibu, serta atas nama kasih sayang tak bersyarat yang telah ayah dan ibu berikan kepadaku. Biarlah surat ini menjadi  awalan bagiku untuk mengungkapkan niat yang telah lama tersimpan. 

Teruntuk ayah dan ibuku tercinta,

Allah telah menganugerahkan cinta dan kasih sayang yang tak terhingga melalui diri ayah dan ibu. Selama ini hidupku terasa indah atas hadirnya kalian dalam kehidupanku. Sungguh banyak sekali warna penuh cinta yang terlukis dalam hari-hariku bersama ayah dan ibu. Hari demi hari telah berlalu tak akan ada yang sanggup kulakukan untuk membalas jasa dan pengorbanan kalian berdua. Hanya sikap dan baktiku dan doa yang bisa kulantunkan agar Allah membalas segala yang telah diberikan ayah dan ibu kepadaku dengan balasan yang jauh lebih indah.

Ayah dan ibu tercinta, kini Allah telah menganugerahkan kepadaku perasaan cinta kepada seseorang yang kini telah hadir mengisi hari-hariku. Andai ayah dan Ibu tahu, perasaan ini sama seperti rasa cinta Fatimah kepada Ali, cinta Zulaikha kepada Yusuf, Aisha kepada Fahri, dan perasaan cinta ibu kepada ayah.

Allah telah menganugerahiku seseorang yang mungkin adalah jawaban dari  ayah dan ibu ketika ayah dan ibu berdoa agar aku bisa mendapatkan seseorang yang baik, maka dia adalah seseorang yang sangat baik. Dia mencintai dan menyayangiku dengan tulus. Dia mengerti dan menerimaku apa adanya yang tercermin seperti tulusnya kesabaran ayah kepada ibu hingga perlahan Allah telah merajut tali kasih sayang di antara kami untuk saling mencintai.

Dari beberapa sifat yang melekat padanya mungkin ada keseriusan yang muncul dalam benak ayah dan ibu nanti aku kurang cocok dengan dirinya atau mungkin juga ayah dan ibu telah memiliki kriteria tersendiri tentang seperti apa seseorang yang akan menjadi pendampingku nanti.

Sungguh ayah dan ibu tak perlu khawatir, karena dia adalah sosok yang baik, keshalihan terpancar dengan begitu indah dari dalam dirinya.

=================

Wahai ayah dan ibu tercinta, jika harta yang diharapkan maka tidak akan ada harta berlimpah yang dapat dia persembahkan ketika ijab qabul. Jika keturunan mulia yang diharapkan, dia pun berkata bahwa dia adalah seseorang yang biasa dan berasal dari keluarga yang biasa pula.

Namun adakah ibu dan ayah melihat bahwa ketakwaan yang dimilikinya adalah lebih dari segalanya. Ingatlah ketika Ali bin Abi Thalib ditanya oleh seorang sahabat, "Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku menikahkan dia?" Lalu Ali r.a. pun menjawab, "Nikahkanlah dia dengan laki-laki bertakwa kepada Allah sebab jika laki-laki  itu mencintainya, maka dia akan memuliakannya dan jika ia tidak menyukainya, maka dia tidak akan menzaliminya."

Ayah dan ibu seperti itulah yang telah diajarkan kepada kita. Ketika dia memiliki pemahaman agama yang bagus, tentu dia tidak akan berbuat zalim kepada keluarganya. Ketika sedang marah, dia tidak mendiamkan diriku tanpa sebab. Dia pun tidak akan menjadi fitnah bagi istri dan keluarganya dengan membawa sesuatu yang munkar ke dalam rumah, namun dia akan berbuat seperti apa yang disabdakan Rasulullah saw., "Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi keluarganya, dan aku adalah sebaik-baik kalian terhadap keluargaku." (H.R. Ibnu majah). Mendengar hal ini , menambah keyakinanku bahwa dia dapat membuatku bahagia dengan ketakwaan yang dimilikinya.

========================

Ayah dan ibu tercinta, sungguh kami saling mencintai karena Allah. Semoga hanya karena Allah cinta kami bukan berdasarkan harta maupun kedudukan. Karena dengan harta  yang berlimpah dan kedudukan yang tinggi, kami akan terjatuh kedalam jurang kenistaan. Cinta kami pun bukan berdasarkan keelokan paras dan keindahan duniawi. Karena semua itu akan memperosokkan kami ketika dibuai oleh banyaknya pujian.

Ayah dan ibu tercinta, mungkin niat ini terlihat terburu-buru. Namun, sungguh semua ini telah menumbuhkan kesungguhan dalam hati. Kami tidak terburu-buru, kami hanya menyegerakan agar hubungan kami berjalan tidak terlalu jauh. Kami takut jika hubungan kami berjalan terus seperti ini dalam waktu yang lama, kami akan hanyut dalam perasan. Kami takut jika hubungan kami nanti justru mengantarkan kami ke dalam lembah kemaksiatan. Sungguh, kami takut akan dosa-dosa yang akan kami dapat jika itu terjadi.

Karena itulah, ayah, ibu, izinkanlah kami mengokohkan hubungan kami dalam ikatan yang suci dan halal agar perasaan kami dapat terus tumbuh dan hidup di bawah ridha dan lindungan-Nya.

Ayah dan ibu tercinta, jika Allah mengizinkan dengan waktu yang Dia berikan, izinkanlah aku menikah dengannya. Seseorang yang sungguh-sungguh kucintai, seseorang yang telah memenjarakan hati dan perasaanku. Allah telah merajutkan benang kasih di antara kami berdua.

Ayah dan ibu tercinta, aku mohon izinkanlah aku untuk meraih kebahagiaan itu. Sebuah kebahagiaan yang telah didapat ayah dan ibu melalui pernikahan yang suci. Izinkan aku untuk merasakan kebahagiaan bersamanya dalam ikatan yang halal dan diridhai-Nya. Izinkan aku untuk hidup bersamanya dan mengisi hari-hari bersama seperti yang telah dilalui oleh ayah dan ibu. Izinkan aku untuk merasakan kebahagiaan yang bercampur kecemasan ketika menanti buah hati kami seperti yang dirasakan ayah dan ibu ketika menantikan kelahiranku dulu.

Ayah dan ibu tercinta, maafkanlah aku karena mungkin selama ini belum menjadi anak yang baik untuk ayah dan ibu. Masih banyak sekali kekurangan dan kesalahan yang selama ini telah kulakukan kepada ayah dan ibu. Masih ada banyak harapan dan mimpi ayah dan ibu yang belum mampu kuwujudkan. Namun, ayah dan ibu tak perlu khawatir, dengan pernikahan ini tak berarti aku melupakan mimpi dan harapan ayah dan ibu terhadapku.

Meskipun telah menikah nanti, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap mewujudkan mimpi dan harapan ayah dan ibu. Aku akan terus berbakti kepada ayah dan ibu. Aku pun akan membimbingnya agar turut membahagiakan orang tua kelak. Kami pun akan mendidik anak-anak kami agar mereka juga berbakti kepada ayah dan ibu. Kami akan menanamkan kepada mereka bahwa ayah dan ibu adalah orang tua yang sangat berjasa dalam kebahagiaan keluarga kami. Karena dengan izin dan ridha ayah dan ibu, kami bisa mantap dalam melangkah. Dengan lantunan doa ayah dan ibu, kami akhirnya dapat mendapatkan kebahagiaan yang ingin kami capai.


Sumber: (¯`*•.¸♥ surat cinta sang kekasih ♥¸.•*´¯)

Referensi Lainnya: http://kembanganggrek2.blogspot.com/

memilih yang terbaik


"Hidup adalah pilihan," ucap seorang teman dengan yakin.

Kalimat singkat tersebut menurut penafsiran saya adalah bahwa dalam menjalani kehidupan, kita akan dihadapkan pada berbagai pilihan. Setiap hari tanpa henti kita harus memilih. Mau makan milih, mau minum milih, mau mandi milih, mau pergi milih, mau kerja milih, mau nikah milih, mau punya rumah milih, mau beli kendaraan milih, mau punya pemimpin milih, mau beli pakaian milih, mau rekreasi milih, mau sekolah dan kuliah juga milih. Pokoknya mau apa pun dan melakukan apa pun harus milih. Hidup memilih! (hehe).

Ya, pilihan ada di depan mata dan kita dituntut untuk segera memutuskannya. Sejak bangun tidur hingga tidur kembali, kita akan membuat beragam pilihan, mulai dari hal-hal remeh temeh (baca: hal kecil atau sederhana) sampai hal-hal besar yang menentukan arah masa depan kita.

Contoh kecil, saat terbangun di pagi hari, kita akan di hadapan pada pilihan:
a. langsung bangun, kemudian melaksanakan shalat malam;
b. tarik selimut, kemudian kembali melanjutkan tidur;
c. bengong tidak jelas;
d. mengaktifkan komputer, lalu online di fesbuk, ym, mp, atau twitter;
e. memainkan hp;
f. dll.

Nah, dari kegiatan bangun tidur aja sudah memunculkan sederet pilihan. Bagaimana dengan kegiatan atau hal-hal lain? Wah, pasti akan banyak juga pilihan yang menunggu diputuskan. Begitu banyak bukan alternatif kegiatan atau hal-hal yang bisa kita pilih? Kita akan terus dilanda kebingungan jika belum memutuskannya. Lalu pilihan manakah yang harus diambil? 

Hmm, yang pasti kita harus senantiasa berpikir sebelum bertindak. Jangan bertindak kemudian berpikir. Berpikir sebelum bertindak akan memungkinkan kita untuk menelaah pilihan mana yang paling baik. Tapi, bukan berarti karena harus berpikir dulu akhirnya kita lama dalam mengambil tindakan. Itu sih bisa mengacaukan semua hal. Makanya, kita harus terampil berpikir secara cepat, tepat, dan efektif. 

Nah, supaya pilihan kita lebih condong pada kebaikan, kita harus rajin-rajin mengkaji ilmu-Nya biar tahu mana pilihan yang mendatangkan ridha-Nya dan mana pilihan yang hanya berupa kesia-siaan belaka. Dengan mendalami sedikit saja tentang ilmu-Nya, kemudian kita ingin mengamalkannya, pasti nanti kita makin gemar berbuat baik untuk amal akhirat. Percaya deh, dengan berpedoman pada ketetapan-Nya, hidup kita akan lebih bahagia dan berwarna. 

Yuk, mari kita berharap semoga Allah selalu menuntun hati kita agar tetap berjalan di rel kebaikan sehingga kita cenderung memilih hal-hal yang baik. Semoga Allah meneguhkan hati kita agar senantiasa taat dan patuh pada-Nya. Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan karunia-Nya agar kita tetap istiqomah di jalan-Nya. Allahumma amin.

Bagaimana Mendidik Anak?


 Jika anak hidup dengan kritikan, ia akan belajar untuk mengutuk.
Jika anak hidup dengan kekerasan, ia akan belajar untuk melawan.
Jika anak hidup dengan ejekan, ia akan belajar untuk menjadi pemalu.
Jika anak hidup dengan dipermalukan, ia akan belajar merasa bersalah.
Jika anak hidup dengan toleransi, ia akan belajar bersabar.
Jika anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri.
Jika anak hidup dengan pujian, ia akan belajar untuk menghargai.
Jika anak hidup dengan tindakan yang jujur, ia akan belajar tentang keadilan.
Jika anak hidup dengan rasa aman, ia akan belajar untuk mempercayai.
Jika anak hidup dengan persetujuan, ia akan belajar untuk menghargai dirinya.
Jika anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan, ia akan belajar untuk menemukan cinta di muka bumi ini.

"Didiklah anak-anakmu karena mereka itu dijadikan untuk menghadapi masa yang bukan masamu"
(Dari Ali Bin Abi Thalib, Karomallahu Wajaha)

Alasan Mencinta


Apakah mencintai seseorang perlu alasan?

Ya atau tidak? 

Hmm, sebelum memberikan jawaban dari pertanyaan sederhana namun lumayan rumit di atas, mari kita berpikir sejenak (halah... :D). Untuk membantu menemukan jawabannya, mari kita baca beberapa kutipan berikut.

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya di sisi Allah. Sahabat bertanya:
“Ya Rasulullah, tolong kami beritahu siapa mereka? Rasulullah saw. menjawab: Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat di antara mereka, serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita.” (H.R. Abu Daud)

Dari Abu Muslim al-Khaulani radhiyallahu ‘anhu dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dari Rabb-nya, dengan sabdanya, ‘Orang-orang yang bercinta karena Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dalam naungan ‘Arsy pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya."

Abu Muslim radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “Kemudian aku keluar hingga bertemu ‘Ubadah bin ash-Shamit, lalu aku menyebutkan kepadanya hadits Mu’adz bin Jabal. Maka ia mengatakan, ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dari Rabb-nya, yang berfirman, ‘Cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling tolong-menolong karena-Ku, dan cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling berkunjung karena-Ku.’ Orang-orang yang bercinta karena Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dalam naungan ‘Arsy pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya.” (HR. Ahmad; Shahih dengan berbagai jalan periwayatannya)

“Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman: “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku di hari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku.” (H.R. Muslim)

“Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku.” (Hadits Qudsi)

“Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,
“Kau mau kemana ?”
Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini”
Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu ?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT”
Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya.” (H.R. Muslim)

"Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka." (H.R. Bukhari-Muslim)

Hadist riwayat Al-Bazaar dengan sanad hasan dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata, 'Aku juga mencintaimu karena Allah'. Maka, keduanya akan masuk surga. Orang yang lebih besar cintanya akan lebih tinggi derajatnya daripada yang lainnya. Ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah.”

Selain kutipan hadits-hadits di atas, ada juga kutipan menarik berikut.

Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk. (Tere-Liye, MMSPH 6: "Bila Semua Wanita Cantik")

Sekarang, kita bisa menjawab pertanyaan di atas bukan?
Ya mencintai perlu alasan.

Ya Robb, 
jika mencintai memerlukan alasan, 
aku ingin mencintainya karena-Mu. 
hanya karena-Mu.
tak perlu karena alasan lain-lain.
sebab Engkaulah alasan terindah atas semua hal.
sebab Engkaulah alasan yang sejati.
sebab Engkaulah alasan yang hakiki.
dengan menyandarkan diri pada-Mu,
kuharap...
cintaku menuai berkah-Mu,
cintaku memeroleh ridho-Mu.
amin.

kisah Payung yang bagai kekasih tak dianggap



"Uh, aku bosen dikurung di kamar ini mulu. Bosen bosen!" gerutu Payung Biru tak henti-henti sejak tadi.
"Aku juga bosen tau! Kamu mending sekali-sekali suka diajak Tuan Putri. Aku mana pernah. Dari dulu cuma digantung terus di balik pintu." balas Topi Biru tak kalah berisik.
"Iya, kadang-kadang memang aku suka diajak pergi oleh Tuan Putri, tapi jarang digunakan. Cuma disimpen manis di dalam tas."
"Itu masih mending, sewaktu-waktu kamu masih bisa melindunginya jika hujan tiba-tiba turun."
"Nah, itulah anehnya. Kalo aku ikut, biasanya jarang hujan. Kalopun hujan, Tuan Putri lebih memilih hujan-hujanan dibanding memakaiku untuk melindungi tubuhnya."
"Oh gitu."
"Aku juga heran dengan Tuan Putri, kenapa dia seneng banget kalo hujan turun. Wajah lelahnya pasti langsung berbinar menyaksikan butiran-butiran air hujan."
"Dia memang suka melihat hujan. Semua yang ada di sini udah tau tentang hal itu."
"Iya sih."

Beberapa Jaket yang melihat mereka hanya menatap prihatin. Mereka tak tahu harus berkata apa. Mereka ingin menghibur, tapi takut malah membuat amarah Topi Biru dan Payung Biru makin meluap. 

Memang, dibandingkan keduanya, Jaket-jaket itu lebih beruntung. Setiap hari mereka diajak menemani Tuan Putri secara bergantian. Setiap saat Jaket itu bisa melindungi dan menjaga Tuan Putri dari hawa dingin yang menusuk-nusuk tulang atau guyuran hujan yang berjatuhan. Jaket itu juga bisa memberi kehangatan dan kenyamanan yang menenangkan. Berbeda dengan Payung Biru dan Topi Biru yang hanya dikurung di dalam kamar, mereka tak bisa melindungi dan menjaga Tuan Putri setiap saat.

"Tapi Tuan Putri sayang banget kok pada kalian," ujar Jaket Biru takut-takut.
"Iya, Tuan Putri sangat sayang pada kita. Dia menyayangi apa-apa yang dimilikinya," tambah Jaket Merah Marun lirih.
"Iya aku tau, Tuan Putri sangat sayang padaku karena dia tetap merawatku dengan baik. Tapi kan, aku ingin sekali melindunginya. Kalo kayak begini terus, aku bagaikan kekasih yang tak dianggap," timpal Payung Biru.
"Ah, kamu bisa aja. Itu nyontek dari judul lagu ya, hehe...." komentar Jaket Cokelat sambil tertawa riang.
"Udah jangan sedih lagi. Pokoknya siapa pun dari kita harus berusaha sebisa mungkin menjaga dan melindungi Tuan Putri. Oke oke?" kata Jaket Biru.
"Oke...." jawab mereka serentak.

Terima Kasih Allah


Malam mulai merayap makin larut. Tapi, gadis itu belum juga tidur. Matanya menatap lekat langit-langit kamar. Cahaya lampu kamar yang temaram menyamarkan wajah gundahnya. Sejurus kemudian, ia menumpahkan keluh kesahnya pada Sang Kekasih Sejati. 

"Ya Allah... rasanya hatiku seakan mau meledak saat menerima fakta ini. Jantungku berdegup lebih cepat. Darah seakan berhenti mengalir. Ini benar-benar di luar dugaanku. Oh... tiba-tiba mataku memanas. Rasanya ingin menangis. Menangis karena haru. 

Bukan, bukan karena aku tidak menerima kenyataan yang Kau suguhkan padaku. Tapi justru aku terpana dengan kenyataan yang membahagiakan ini. Hatiku diliputi kegembiraan luar biasa. Ada sebongkah bahagia meresap ke dalam jiwa. Mengalir lembut memenuhi rongga.

Sungguh aku tidak mengira sama sekali. Ternyata Engkau menjawab keinginanku. Ternyata Engkau mengabulkan permohonan kecilku. Aku makin yakin dengan kuasa-Mu. Begitu mudah bagi-Mu menetapkan sesuatu.

Sebagai hamba aku selalu menuntut-Mu agar memenuhi apa-apa yang kuinginkan. Padahal, apa yang kuminta belum tentu sesuai dengan yang kuperlukan. Aku memang tak tahu diri.

Tapi ya Allah... saat ini Engkau mengizinkan aku mendapat apa yang kuinginkan. Engkau mengizinkan aku mengecap kebahagiaan yang melimpah ruah. Engkau mengizinkan hatiku berdamai dengan kenyataan. Terima kasih ya Allah... terima kasih atas kebahagiaan ini.

Aku makin tertegun-tegun menapaki tahap demi tahap. Aku merasa heran dengan diriku sendiri. Seolah-olah ada keberanian yang menyeruak keluar. Tidak ada keraguan lagi. Hatiku merasa mantap dan ya Allah... Engkau pun pasti tahu, aku merasakan kenyamanan yang menenangkan. Seketika aku tidak ragu lagi untuk menjalani hari esok.

Namun, aku masih tidak mempercayai kenyataan ini. Benarkan ini? Benarkah aku akan mendapatkan hal ini? Lalu hatiku diliputi rasa takut. Mungkin bisa dibilang ketakutan yang berlebihan. Aku sangat takut jika nanti menemui akhir yang tidak mengenakkan. Jujur kukatakan pada-Mu... aku takut akan kecewa. Entahlah mungkin aku terlalu berpikir yang tidak-tidak.

Kini, kupasrahkan semuanya pada-Mu. Apa pun yang terjadi nanti semoga aku siap menghadapinya. Aku yakin apa pun keputusan-Mu pasti itu yang terbaik untukku. Aku akan berusaha menanamkan hal itu pada diriku.

Ya Allah...
buanglah keragu-raguan dan ketakutan yang tidak berdasar ini.
Hilangkan rasa cemas yang tidak beralasan ini.
Mantapkan hatiku untuk menjalaninya.
Kuatkan hatiku dalam menerima apa pun ketentuan-Mu.
Jadikan rasa sabar sebagai pengiring langkah-langkahku menuju akhir yang masih belum pasti.
Biarkan aku merasa ikhlas menerima takdir-Mu.
Amin yaa Rabbal alamin..."

Setelah mengadukan isi hatinya panjang lebar, ia pun merasakan ketenangan. Selesai membaca doa menjelang tidur, matanya kembali dipejamkan. Beberapa menit kemudian, gadis itu terlelap dibuai mimpi.

Rencana Allah Tetap yang Terbaik

Rencana sangat penting untuk dibuat. Agar melakukan kegiatan atau pekerjaan apa pun dengan baik, kita harus menyiapkan sebuah rencana terlebih dulu. Dengan rencana yang sudah disusun secara matang, kita akan lebih mudah menemui keberhasilan. "Jika Anda gagal membuat rencana, berarti Anda merencanakan kegagalan," begitu petuah orang bijak. Memang betul, tanpa rencana, kita akan kehilangan arah dalam melangkah.
 
Sepandai-pandainya menyusun rencana, kita tetaplah manusia. Sebagai manusia yang lemah dan terbatas, kita hanya sanggup merencanakan, tapi Allahlah sebaik-baik Pembuat rencana. Jika segala yang terjadi dalam kehidupan ini tak sesuai dengan apa yang kita rencanakan, tak usah sakit hati, apalagi putus asa. Sebaiknya kita ingat saja 1 hal: rencana Allah sungguh indah. Jadi, biarlah semua berjalan sesuai rencana-Nya. 
 
Meski begitu, tentu saja kita tetap boleh berharap semoga semua rencana baik yang kita buat akan diwujudkan oleh-Nya. Semoga semua harapan dan impian baik kita akan segera menjelma menjadi nyata, tak sekadar angan-angan belaka. amin.

Sesungguhnya Wanita Itu Cantik

Siapa yang ingin terlihat cantik? Ayo, angkat tangan! :D. Yup, Semua wanita pasti ingin terlihat cantik di mata orang lain (ngaku aja deh, hehe...). Nah, kalo pengen tahu apa kriteria cantik hakiki, yuk baca tulisan di bawah! Bagus loh... ^_^

Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:

1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata kaum laki-laki.

Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman dan taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona.Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya.

2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria.

Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.

3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya

Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.

4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat.

Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.

5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya.

Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya

6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya

Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan menjadi istri dan ibu yang baik.

7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia.

Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh yang menemaninya. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.

8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.

Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.

Sahabatku...
Kecantikan-kecantikan ini sifatnya abadi.
Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada.
Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara.
Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi.
Manakah yang akan Anda pilih?
Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?


Sumber: kata2-hikmah-ofa.blogspot.com

Pada-Mu Aku Mengadu





Cukup banyak hal yang berseliweran dalam benakku.
Cukup banyak kejadian yang mengganggu pikiranku.
Rasa was-was tengah menyelimuti hatiku.
Rasa gundah tengah menjalari hatiku.

Oh, Allah... hamba yang lemah ini memohon pada-Mu.
Duhai, Kekasih... hamba yang payah ini meminta pada-Mu.
Bantulah aku berpikir jernih.
Tolong bimbing aku untuk memutuskan.

Wujudkan niatku Yaa Rabbana...
Luruskan niat yang terbetik dalam hatiku.

Beri aku keberanian untuk melangkah.
Beri aku kekuatan untuk bertarung.
Beri aku kesabaran untuk melaluinya.
Berilah petunjuk-Mu.

Buang segala kecemasan yang melumuri hati.
Lenyapkan segala ketakutan yang menguasai diri.
Jauhkan segala kekalutan yang membungkus hati.
Pudarkan segala prasangka-prasangka yang negatif.
Munculkan energi positif dalam diriku.

Yaa Ilaahi Robbi...
Kuminta izin-Mu atas semua rencanaku.
Lancarkan upaya yang kujalani ini.
Mudahkan langkah yang kutempuh ini.
Semoga aku menuai berkah dari-Mu.
Kabulkan pintaku, Ya Allah...
Amin...

santapan pilihan


Sarapan apa ya? :D


catatan: 
nasi goreng di atas hasil racikan sendiri di rumah. meski tampilannya nggak terlalu keren, rasanya nggak kalah dengan rasa masakan resto kok. Enak pokoknya (siapa dulu yang bikin? *sambil nunjuk diri sendiri* haha bangga.com :D). kalau bubur ayam, itu dibeli di tukang bubur yang biasa mangkal di depan BP Polisi, dekat Matahari Taman Topi.

Makan siang dengan menu apa ya? :D

 
 

Makan malam apa ya? :D

 
 
 
 

Snack favorit di sore hari

Copyright 2009 SAHABAT HATI. All rights reserved.
Sponsored by: Website Templates | Premium Wordpress Themes | consumer products. Distributed by: blogger template.
Bloggerized by Miss Dothy