RSS

Apakah Kau Bisa Mengerti?


Wahai engkau yang akan menjadi pendamping sisa hidupku kelak, dengarlah pengakuanku dari dalam hati.

Aku tak memiliki kecantikan fisik yang sempurna. Wajahku tak secantik para seleb terkenal macam Dian Sastro, Zhang Ziyi, Song Hye Kyu, atau Breatney Spears yang sangat dipuja oleh dunia. Beginilah rupaku. Apakah kau bisa mengerti? Meski begitu, tentu saja kelak aku akan berusaha agar selalu tampil cantik di hadapanmu.

Aku bukanlah berasal dari golongan kaya. Tak ada harta yang bisa kubanggakan. Tak ada warisan yang dapat kuharapkan. Apakah kau bisa mengerti? Aku pernah mendengar sabda Rasulullah yang berbunyi, “Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa (hati).” (HR. Abu Ya’la). Maka, aku akan berusaha memperkaya jiwa.

Aku bukan berasal dari kalangan bangsawan atau keturunan ningrat yang berdarah biru. Aku dilahirkan dari rahim wanita golongan rakyat biasa dan dibesarkan oleh keluarga sederhana. Apakah kau bisa mengerti? Meski begitu, aku tetap bangga menjadi putri ayah ibuku saat ini. Bagiku mereka adalah orang tua luar biasa. Aku sungguh beruntung diberi kesempatan menjadi putri mereka. Aku tak berkecil hati dengan latar belakang keluargaku karena sesungguhnya semua manusia di hadapan Tuhan sama. Tuhan tidak memandang manusia berdasarkan asal usul, warna kulit, suku, keturunan, kebangsaan, ras, atau golongan, tapi hanya memandang ketakwaan manusia.

Aku bukanlah wanita salihah sejati. Aku baru belajar menjadi wanita salihah. Sejujurnya aku belum layak disebut muslimah perhiasan dunia seperti para muslimah masa lalu yang rela menyerahkan hidupnya hanya untuk Allah dan agamanya. Apakah kau bisa mengerti? Tentu aku akan berusaha meningkatkan kualitas diri agar benar-benar menjadi wanita salihah yang memiliki tempat istimewa dalam pandangan-Nya. Kelak aku mengharapkan bimbingan dan tuntunanmu agar aku bisa meraih predikat istri salihah yang dirindukan surga.

Aku bukanlah jelmaan wanita dewasa seutuhnya. Terkadang sifat kekanak-kanakkan masih muncul dalam diriku. Apakah kau bisa mengerti? Maka kelak arahkan aku agar mampu bersikap dewasa dalam memandang persoalan hidup. Tapi kuharap kau tak keberatan bila kelak aku bermanja-manja padamu (hehe).

Aku suka membaca buku , koran, majalah, tabloid, dll. Lebih suka lagi membaca novel. Apakah kau bisa mengerti? Tentu bukan novel sembarangan, apalagi novel picisan. Jangan khawatir, aku cukup pandai dalam memilih bahan bacaan berkualitas. Kelak jika aku keasyikan baca sampai lupa memasak (mungkin saja terjadi), tolong ingatkan aku dengan halus. Sesungguhnya aku amat membenci kekerasan dan kekasaran, baik ucapan maupun tindakan.

Aku suka menulis. Apa pun hal yang berseliweran di benakku biasanya kuwujudkan dalam tulisan. Entah bagus atau tidak, tak jadi soal. Bagiku yang penting sudah menulis, sudah berusaha menyampaikan buah pikirku pada orang lain. Syukur-syukur bila ada yang baca. Tentu saja aku selalu berharap agar ada orang yang tercerahkan karena tulisanku. Apakah kau bisa mengerti? Kuharap kelak kau bisa menjadi komentator atas tulisan-tulisanku.

Aku suka menonton film dan drama. Paling suka nonton drama Korea (hehe). Apakah kau bisa mengerti? Ketika nonton, biasanya aku hanyut dalam cerita. Jangan khawatir, aku tak akan melalaikan tanggung jawabku mengurus keperluanmu. Tapi jika mungkin terjadi, tolong tegur aku.

Aku suka travelling dan mengunjungi tempat-tempat indah, seperti gunung, pantai, sawah, kebun, sungai, danau, taman, dll. Apakah kau bisa mengerti? Kuharap kelak aku bisa pergi denganmu. Kita akan berjalan-jalan sambil men-tadaburi ayat-ayat Tuhan melalui ciptaan-Nya.

Ketahuilah, aku tidaklah semulia Khadijah, tidak secantik Sarah, tidak pula setakwa Aisyah, juga tidak setabah Fathimah. Aku hanyalah wanita akhir zaman yang bercita-cita menjadi salihah, membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah, serta melahirkan anak-anak salih kebanggaan umat.

Pengakuan ini bukan untuk memaksamu agar dapat mengerti keadaanku. Aku hanya ingin menciptakan rasa pengertian dalam hubungan kita kelak. Kurasa selain kasih sayang, sikap saling pengertian dan saling peduli bisa mempertahankan sebuah hubungan. Kelak aku ingin hubungan kita langgeng. Aku ingin menjalani sisa hidupku di sampingmu dan kita akan menua bersama-sama hingga ajal memisahkan kita. Kemudian, kelak kita akan kembali dipersatukan di surga-Nya yang abadi. Allahumma amin.

Keindahan Danau Lido


Rencananya, Ahad ini saya akan melakukan rafting bersama teman-teman. Namun, karena jumlah peserta yang bersedia ikut kurang dari sepuluh orang, terpaksa agenda rafting diundur. Mudah-mudahan liburan akhir semester nanti bisa terlaksana. Amin.

Nah, untuk mengganti agenda rafting yang gagal, hari ini saya dan adik berkunjung ke Danau Lido. Kami menyewa perahu rakit alias getek untuk menyusuri lekuk-lekuk danau. Selama kurang lebih setengah jam, kami berkeliling mengitari danau sambil menikmati pemandangan sekitar danau. Hembusan angin sepoi-sepoi hampir-hampir meninabobokan kami. Hmm, asyik banget deh. Menatap air danau dan jajaran pohon yang menghijau sungguh menyenangkan. Pikiran rasanya fresh. Mata menjadi segar, cling!












Setelah puas menikmati danau, kami berkeliling ke ruko-ruko. Kebetulan karena masih dalam suasana hari Lebaran, di sekitar taman masih digelar pasar malam (meski dinamai pasar malam, ternyata para pedagang tetap menggelar dagangannya pada siang hari). Selain deretan baju, sepatu, kerudung, aksesoris, makanan, dan minuman, juga ada seperangkat permainan anak, seperti bianglala, komedi putar, kereta-keretaan (bener nggak sih namanya? :D), dll.



Tertarik ingin datang ke Danau Lido? Baiklah, saya akan memaparkan sedikit info tentang Danau Lido. Jadi, lanjutkan membaca! :D

Danau Lido terletak di pinggir Jalan Raya Sukabumi, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasinya strategis dan mudah diakses oleh kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun umum. Danau Lido bisa menjadi salah satu alternatif wisata keluarga Anda jika Anda tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Dengan menempuh jarak sekitar 25 km dari Kota Bogor atau 65 km dari kota Jakarta dengan waktu antara 1,5 hingga 2 jam, Anda bisa sampai ke danau ini.




Setiap akhir pekan, tempat wisata ini memang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain tempatnya asyik, banyak hiburan dan rekreasi yang bisa kita lakukan di danau buatan ini. Danau Lido menyediakan banyak keindahan dan hal menarik untuk Anda dan keluarga karena diapit oleh dua buah gunung, yaitu Gunung Salak dan Gunung Gede-Pangrango. Di sini Anda bisa menikmati keindahan alam pegunungan sambil menikmati danau alami yang luas. Udara pegunungan yang sejuk dan segar akan membuat suasana bersantai Anda semakin menyenangkan. Pikiran pun bisa menjadi lebih tenang saat melihat tenangnya air danau.

Wisata andalan di sini adalah wisata air. Di pinggir danau, ada banyak sarana yang dapat Anda gunakan untuk menikmati keindahan danau lebih dekat, misalnya sepeda air, speedboat, atau yang lebih unik dan tradisional adalah menggunakan rakit yang terbuat dari bambu.



Saat berputar mengelilingi danau, Anda dapat singgah di pulau kecil yang berada di tengah danau untuk bersantai atau memesan makanan di restoran terapung. Disebut terapung karena tempat makan ini berada diatas air dan Anda akan bersantap di atas rakit yang mengapung. Menunya sebagian besar merupakan menu khas masakan Sunda. Anda pun dapat memesan jagung bakar atau es kelapa muda.

Anda juga dapat menikmati sarana outbond di Danau Lido, seperti flying fox yang cukup menantang. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di lokasi ini, seperti menjelajah danau, tracking ke hutan, sungai, dan air terjun. Di lokasi wisata ini juga tersaji olahraga udara yang dikelola Lido Aero Club, dengan olahraga udara seperti terjun payung, aeromodeling, paramotor (parasut dengan motor), paralayang, dan swayasa. Selain itu, terdapat landasan pacu yang cocok untuk pendaratan pesawat kecil dan pesawat latih.

Bagi Anda yang hobi memancing, di sisi utara danau terdapat tempat pemancingan ikan yang luas. Di sana Anda dapat memancing sepuasnya. Fasilitas lainnya adalah kolam renang, taman bermain, restoran, tempat jajanan, dan juga hotel berbintang. Jika Anda ingin bermalam, disini juga tersedia Lido Lakes Hotel, yang telah berdiri sejak tahun 1935. Fasilitasnya yang unik adalah Terrain Vehicle (ATV) yang menyerupai motor besar untuk berjalan-jalan mengelilingi hutan lindung.

Itulah info seputar Danau Lido. Penasaran ingin menghirup sejuknya udara Danau Lido? Segeralah berkunjung ke sana dan berfotolah sepuasnya di sana. :D

Surat Kecil untuk Tuhan



Ini adalah kisah nyata yang dituangkan dalam bentuk novel, bahkan sudah diangkat ke layar lebar beberapa bulan lalu. Novel ini mengisahkan seorang gadis kecil pengidap Rhabdomyosarcoma, yakni kanker jaringan lunak pertama di Indonesia. Dialah Gitta Sesa Wanda Cantika (Keke). Kita mengenalnya sebagai mantan artis cilik tahun 1998.

Gadis kecil inilah tokoh utama dalam novel Surat Kecil untuk Tuhan yang divonis menderita kanker ganas dan diprediksi hidupnya hanya tinggal 5 hari lagi. Agnes Davonar yang lebih dikenal sebagai cerpenis online mendapat kesempatan untuk menuangkan kisah nyata gadis kecil ini dalam bentuk karya sastra.

Keke adalah gadis cantik dan pintar. Usianya 13 tahun. Ia sedang duduk di bangku SMP. Di masa ini ia sedang menikmati asyiknya bergaul dengan teman-temannya dan terlibat aktif dalam kegiatan sekolah. Meski berasal dari keluarga broken home, ia bisa menjalani hari-hari dengan ceria layaknya gadis remaja normal seusianya. Keke tinggal bersama ayah dan kedua kakak laki-lakinya.

Suatu hari ia dihadapkan pada kenyataan pahit. Awalnya hanya sakit ringan biasa. Matanya memerah dan hidungnya berair. Berhari-hari penyakit itu tak kunjung sembuh. Bahkan ia mengalami mimisan. Saat dibawa dan diperiksa ke dokter barulah terkuak bahwa ia mengalami kanker.

Kanker yang dideritanya bukan kanker biasa. Kanker itu adalah kanker ganas yang langka, bahkan menurut dokter baru pertama kali ada di Indonesia. Kasus kanker ganas yang diidap Keke menjadi sebuah perdebatan di kalangan kedokteran karena kanker tersebut biasa hanya terjadi pada orang tua.

Beberapa hari kemudian, kanker ganas itu menyerangnya dan nyaris membuat wajahnya tampak seperti monster. Sebelah wajahnya dipenuhi benjolan besar. Awalnya hanya sebesar bola tenis, tapi lama kelamaan makin membesar.

Dokter yang memeriksanya memvonis Keke bahwa dia akan meninggal dalam waktu 5 hari bila tidak melakukan operasi. Namun, orang tuanya keberatan mengambil keputusan untuk operasi karena dampaknya bisa membuat wajah Keke cacat. Sebagai orang tua, mereka tidak tega melihat separuh wajah putrinya harus hilang karena operasi.

Ayahnya tidak menyerah. Ia mengusahakan penyembuhan alternatif dengan ramuan tradisional . Bahkan, mereka rela berkeliling ke setiap pelosok daerah di Indonesia demi penyembuhan kanker yang dialami Keke. Namun, tak satu pun yang sanggup mengobati penyakit Keke secara tuntas. 

Sampai kemudian, mereka bertemu dengan dokter Mukhlis yang memberitahukan bahwa ada jalan untuk mengobati Keke selain operasi, yakni dengan kemoterapi. Kemoterapi adalah pemasukan obat-obat kimia melalui infus. Cairan kimia ini akan meluruhkan dan membunuh sel-sel kanker yang menggerogoti tubuh Keke.

Atas izin Allah dan berkat segala upaya ayahnya, Keke mendapatkan kesempatan untuk sembuh melalui kemoterapi.  Meski sedih, Keke berusaha menerima rambutnya yang rontok akibat kemoterapi.

Keke pun kembali ke sekolah, kembali menjalani aktivitas rutin seperti biasa. Ketegaran  dan semangatnya untuk terus bertahan hidup mampu membuatnya mengirup udara lebih lama. Dunia kedokteran pun dibuat tercengang atas keberhasilan tim dokter Indonesia dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker yang bersarang dalam tubuh Keke. Padahal dalam beberapa kasus, kanker langka mampu merenggut nyawa pasien hanya dalam hitungan hari.

Ketika keluarga dan teman-temannya tengah bersuka cita atas kesembuhan Keke, kanker itu datang lagi dengan wujud lebih ganas. Rupanya kesembuhan yang dirasakan Keke hanya sebuah kesempatan sementara. Meski begitu, Keke tidak marah pada Tuhan, ia justru bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis 5 hari hingga bertahan 3 tahun lamanya walau pada akhirnya ia harus menyerah. Dokter pun akhirnya menyerah terhadap kankernya. Setelah itu, Keke begitu pasrah melewatkan hidupnya dengan kanker yang semakin mengganas. Tidak hanya di wajah, kanker itu telah menyentuh paru-paru dan kepalanya.

Hebatnya, dengan wajah yang hampir menghilang dan menyerupai monster, juga kondisi fisik yang melemah, ia nekad tetap bersekolah dan mengikuti ujian sekolah. Saat ujian kenaikan kelas, kakinya tak bisa berjalan, tangannya tak mampu lagi bergerak, bahkan hidungnya mimisan mengeluarkan darah, tapi ia masih tetap mengikuti ujian hingga selesai. Saat pembagian rapor, Keke berhasil meraih peringkat terbaik ketiga di kelas.

Kematian adalah sebuah kepastian. Allah mempunyai rencana lain atas diri Keke. Setelah bertahan lama melawan kanker itu, Keke dipanggil Allah tepat pada 25 Desember 2006, pukul 11 malam. Sebelum meninggal, Keke sempat menulis surat kepada Tuhan. Inilah isi surat tersebut.
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
Terjadi pada orang lain.

Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu?

Tuhan…
Biarkanlah aku bisa dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya.

Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa  memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku.

Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidupku
kepada siapa pun yang mengenalku.

Tuhan…
Surat kecilku ini
Adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai kau bisa kembali…

Ke dunia yang Kau berikan padaku.

Kisah yang menyentuh bukan? Yup, kisah ini bisa dijadikan sebuah inspirasi dalam kehidupan kita. Kita bisa belajar dari seorang gadis kecil yang mampu berjuang begitu hebatnya dalam menghadapi ujian Allah dengan penuh keimanan. Keke telah mengajari kita agar ikhlas dan tabah menerima cobaan Allah. Perjuangannya dalam merampungkan sebuat surat yang ditujukan kepada Tuhan dan kita semua pada detik-detik kematiannya teramat mengharukan.

Menangis Karena Allah


Adakah ada seseorang yang tidak pernah menangis semasa hidupnya? Saya yakin tidak ada. Bukankah ketika pertama kalinya dilahirkan ke dunia fana ini kita sudah langsung mengeluarkan tangisan? Bahkan, semua orang akan merasa cemas jika kita tidak menangis.

Menangis termasuk hal alami yang dilakukan manusia. Menangis tak hanya dilakukan oleh anak kecil, orang dewasa pun masih suka menangis. Konon katanya, setelah menangis beban yang kita pikul akan terasa lebih ringan dan masalah akan terasa lebih enteng.

Peristiwa getir, kisah sedih, cerita duka, masalah rumit, beban menghimpit, atau kondisi sulit sering membuat kita menangis. Musibah yang bertubi-tubi tak pelak membuat air mata kita bercucuran tanpa henti. Pernahkan kita menangis bukan karena sedang menghadapi masalah berat, tapi karena takut kepada Allah? Pernahkan air mata kita bercucuran saat sedang mengingat Allah? Tampaknya kita perlu merenungkan pertanyaan tersebut. Marilah memuhasabahi diri sendiri.

Ada tujuh golongan yang Allah akan menaunginya pada saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya…. Orang yang mengingat Allah ketika sendirian sehingga bercucuran air matanya.” (Mutafaq ‘alaih).

Barangsiapa mengingat Allah kemudian keluar air matanya karena takut kepada Allah hingga bercucuran jatuh ke tanah, maka tidak akan disiksa di hari kiamat kelak.” (HR al-Hakim dalam kitab shahih-nya, disetujui oleh adz-Dzahabi).

Neraka diharamkan atas mata yang mengeluarkan air mata karena takut kepada Allah. Neraka diharamkan atas mata yang tidak tidur di jalan Allah. Abu Raihanah berkata: aku lupa yang ketiganya. Tapi setelahnya aku mendengar beliau bersabda, ‘Neraka diharamkan atas mata yang berpaling dari segala yang diharamkan Allah’. ”(HR Ahmad, al-Hakim dalam kitab shahih-nya, disetujui oleh adz-Dzahabi dan an-Nasai).

Kebahagiaan bagi orang yang bisa menguasai dirinya, dilapangkan rumahnya, dan dibuat menangis oleh kesalahannya.” (HR ath-Thabrani dengan sanad hasan).

3 hari, 3 cerita, 3 air mata


Eits, itu bukan judul film meski agak-agak mirip (hehe). Penasaran kenapa tulisan ini saya beri judul begitu? Baiklah, saya akan menceritakannya khusus untukmu (hahay :D).

Begini, 3 hari berturut-turut kemarin, Senin-Rabu, saya menonton film Dalam Mihrab Cinta, Pupus, dan a Millionaire's First Love. 3 film tentu saja mempunyai 3 cerita berbeda. Nah, kebetulan film yang saya tonton itu ceritanya menyedihkan, jadi mengundang riak-riak air mata saat menyaksikannya. Biar begitu film-film itu menarik untuk ditonton. Begitu kawan, mengerti? :D

# Dalam Mihrab Cinta
Film ini berkisah tentang Syamsul (Dude Harlino) pemuda 20 tahun-an yang bertekad menuntut ilmu di sebuah pesantren di Kediri. Saat dalam perjalanan menuju ke sana, ia menolong seorang gadis yang hendak dijambret. Gadis itu bernama Zizi (Meyda Sefira). Ternyata Zizi adalah putri pemilik pesantren yang didatangi Syamsul. Kejadian tersebut membuat mereka dekat. Bahkan, menyisakan benih cinta di hati Zizi.

Cita-cita Syamsul untuk belajar di pesantren kandas di tengah jalan karena ia difitnah mencuri uang para santri oleh sahabatnya, Burhan (Boy Hamzah). Akibatnya, ia dihukum (digunduli) dan diusir dari pesantren. Boy sengaja memfitnah Syamsul karena cemburu melihat kedekatan Syamsul dan Zizi, terlebih ketika pinangannya pada Zizi ditolak.

Setelah keluar dari pesantren, Syamsul kembali ke rumah. Keluarganya sudah tidak memercayainya lagi meski berkali-kali ia mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Akhirnya, ia pergi dari rumah dengan membawa baju dan uang seadanya. Suatu hari ia terpaksa mencopet karena kehabisan uang untuk makan. Naas, aksi pertamanya itu tertangkap massa sehingga ia harus mendekam di penjara.

Tak lama ia kembali bebas setelah ditebus oleh adiknya, Nadia. Namun, ia tidak kembali ke rumah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia terpaksa mencopet. Lucunya, ia selalu mencatat jumlah uang dan identitas korban yang dicopetnya.

Di tengah kekacauan dan kegelapan hidupnya, Allah memberikan jalan baginya untuk bertobat dan mempertemukannya dengan Syilvie (Asmirandah), seorang gadis solehah. Dalam dompet Syilvie yang berhasil dicopetnya, ia menemukan foto Burhan dan Syilvie. Seingatnya, dulu Burhan pernah bercerita bahwa ia akan menikahi Damayanti. Mengingat hal itu, ia sungguh marah dan berniat untuk memberitahukan perilaku Burhan yang playboy pada Syilvie. 

Alih-alih mendatangi rumah Syilvie, ia malah mendapat kesempatan menjadi guru ngaji di sebuah rumah yang bersebelahan dengan rumah Syilvie. Bahkan, di komplek perumahan itu ia dijadikan imam shalat. Tak hanya itu, ia pun menjadi penceramah yang amat dihormati warga.

Lama-lama kehidupan Syamsul berubah lebih baik. Setelah kondisi keuangannya membaik, ia mengembalikan uang yang dicopet pada masing-masing korbannya, termasuk pada Syilvie. Ia pun mengirimkan hadiah untuk ibu dan adiknya dan mengabarkan keberadaanya sekarang.

Kejahatan memang akan mendapatkan balasannya. Perilaku buruk Burhan terbongkar. Burhan dipenjara. Keluarga Damayanti dan Syilvie memutuskan hubungan dengan Burhan.

Karena Syilvie juga guru privat anak yang diajar Syamsul, tak pelak mereka sering bertemu. Pertemuan itu menimbulkan ketertarikan satu sama lain. Tak ingin membohongi Syilvie, Syamsul pun nekad menceritakan masa lalunya. Awalnya Syilvie sock, namun ia bisa memahaminya.

Melihat anaknya tertarik pada Syamsul, orang tua Syilvie meminta Syamsul agar menikah dengan Syilvie. Syamsul tak langsung menjawabnya. Tepat pada saat yang sama, Zizi juga berkunjung ke rumah kontrakan Syamsul. Hatinya sedih saat mendengar percakapan orang tua Syilvie dan Syamsul.

Ibu Syamsul memberikan pendapat bahwa sebaiknya Syamsul menikah dengan Zizi. Namun, ibunya tak memaksakan kehendak dan tetap menyerahkan keputusan pada Syamsul untuk memilih. Setelah menimbang-nimbang, Syamsul memilih Syilvie. Namun, nasib memisahkan mereka. Tepat seminggu menjelang pernikahan, Syilvie mengalami kecelakaan maut. Akhirnya, Syamsul menikah dengan Zizi.

Akhirnya, happy ending. Ah, memang jodoh tak akan tertukar. Jodohnya Syamsul ternyata Zizi. Menurutku scene yang menyedihkan saat Syamsul difitnah dan diusir dari pesantren, saat Syamsul pergi dari rumah karena keluarganya sudah tak memercayainya, dan saat Syilvie mengalami kecelakaan. Air mataku mengalir tak bisa dibendung, huhu (haha lebay :D).

# Pupus
Berkisah tentang pergulatan Cindy (Donita), gadis daerah yang kuliah di Jakarta. Ia mencoba mandiri di tengah ketakutan sang ibu bahwa Cindy akan ditipu laki-laki. Di kampus, ia berkenalan dengan Panji (Marcel Chandrawinata), lelaki yang berulang tahun di hari yang sama dengannya.

Panji bersikap seakan mencintai dirinya, tapi selalu meninggalkan Cindy di tengah puncak kebahagiaannya. Panji menjadi misteri bagi Cindy. Cindy tersiksa, tapi juga penasaran. Dia yakin cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Cindy yakin Panji pun merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakannya.

Mengapa Panji selalu mematikan harapan Cindy, membuatnya senang, kemudian membuatnya terpuruk? Pertanyaan itu muncul terus-menerus di benak Cindy. Setiap kali Cindy mencoba bangkit dan melupakan Panji, cowok tersebut terus menghantui. Bahkan, Panji tega memupuskan semua harapan cinta Cindy. Namun, Cindy tetap bertahan menghadapi Panji. Ia mencoba memahami Panji. Di tengah-tengah hubungan mereka yang mulai membaik, tiba-tiba Panji menghilang dari kehidupan Cindy. Meski begitu, setiap waktu Panji rutin mengirim singkat berisi motivasi kepada Cindy.

Suatu hari sikap aneh Panji terbongkar. Panji tidak berani mengakui cintanya pada Cindy karena ternyata Panji menderita kanker. Ia tak ingin membuat Cindy bersedih jika tau dirinya tak bisa selamanya berada di samping Cindy. Beruntung Cindy mengetahui keadaan Panji sebelum maut memisahkan mereka sehingga mereka masih bisa bersama di saat-saat terakhir hidup Panji.

Waktu nonton, saya sempat berpikiran positif kalau Panji akan sembuh. Tapi ternyata, huhu berakhir sad ending karena Panji meninggal (hiks hiks…). Kayaknya sakit banget mencintai seseorang tapi tak bisa memilikinya (huaaaa….).

# A Millionaire’s First Love
Bercerita tentang seorang cowok (18) yang merupakan cucu konglomerat. Namanya Jae Kyeong (Hyun Bin). Dia tukang bikin onar dan suka seenaknya karena merasa sebagai putra mahkota. Menurutnya, segala hal bisa diselesaikan dengan uang. Saat kakeknya meninggal, ia tak langsung jadi pewaris dengan mudah. Kakeknya telah mengajukan syarat yang harus dipenuhi Jae Kyeong agar bisa mewarisi harta tersebut.

Isi persyaratannya adalah Jae Kyeong harus pindah dari sekolahnya yang sekarang ke salah satu sekolah di tempat terpencil dan lulus dari sekolah itu. Jika gagal, warisannya akan diserahkan ke lembaga sosial. Kalau mengundurkan diri, warisan yang dia dapat hanya 0,1% dari total kekayaan sang kakek. Akhirnya, dia memilih untuk pindah sekolah ke daerah terpencil itu.

Kakek menyuruh dia untuk pindah ke desa itu bukan tanpa tujuan. Dulu, di desa tersebut Jae Kyeong pernah mengalami kecelakaan mobil dan orang tuanya meninggal. Kejadian itu menyisakan kepedihan mendalam sehingga dia berusaha melupakan memori yang sebelumnya dan menjalani kehidupan sebagai orang baru.

Saat di desa terpencil, ia bertemu lagi dengan Eun Hwan (Lee Yeon Hee). Eun Hwan kerja di pom bensin dan minimarket dekat pom bensin. Sebelumnya mereka pernah bertemu di hotel bintang lima milik kakek Jae Kyeong. Pertemuan tanpa sengaja itu terjadi saat Jae Kyeong belanja. Saat itu sempat-sempatnya Jae Kyeong mencela kuku Eun Hwan yang kehitaman. Gara-gara omongan Jae Kyeong, malamnya Eun Hwan dibantu ayahnya langsung mempercantik kuku secara tradisional Korea.

Jae Kyeong ternyata bersekolah di sekolah Eun Hwan. Mereka satu kelas. Kepala sekolahnya adalah ayah Eun Hwan, teman kakek Jae Kyeong. 

Untuk mengisi acara graduated, siswa diwajibkan ikut berpartisipasi dalam drama musikal. Karena datang terlambat, Jae Kyeong kebagian peran pelayan. Tentu saja dia menolak, tapi karena itu adalah syarat kelulusan, dia terpaksa ikut. Saat latihan, dia pura-pura kakinya terluka supaya tidak ikut main drama. Eun Hwan kesel, namun tiba-tiba pingsan. Kemudian, digendong Jae Kyeong pergi ke rumah sakit. Ternyata Eun Hwan menderita penyakit jantung. Sejak itu Jae Kyeong berusaha selalu ada di samping Eun Hwan. Hubungan mereka menjadi akrab.

Potongan-potongan masa lalu Jae Kyeong lama-lama bersatu. Dia ingat dulu sebelum kecelakaan, dia pernah berjanji pada seorang cewek bahwa dia akan kembali lagi ke desa setelah 10 hari. Memori otaknya mengingat kejadian itu ketika menyaksikan latihan drama musikal sekolahnya versi anak kecil. Cerita drama yang akan mereka pentaskan itu adalah kisah nyata hidup Eun Hwan. Jae Kyeong pun langsung pergi ke panti asuhan tempat tinggal Eun Hwan sewaktu kecil. Tak lama Eun Hwan pun ke sana. Jae Kyeong pun menjelaskan kejadian yang dialaminya pada Eun Hwan.

Sejak itu mereka bertambah dekat. Bahkan, Jae Kyeong rela melepas harta warisan kakeknya demi Eun Hwan. Saat mengetahui panti asuhan Eun Hwan akan digusur, dia menyatakan mundur dari persyaratan yang diajukan kakek dan meminta warisan 0,1%. Uang warisan itu akan ia gunakan untuk menebus tanah tempat panti asuhan berdiri.

Tibalah hari pementasan drama. Jae Kyeong berganti peran sebagai pemeran utama cowok karena ia tak ingin Eun Hwan dekat dengan cowok lain. Pertunjukkan mereka sukses. Malamnya Jae Kyeong dan Eun Hwan duduk berdua di ayunan. Eun Hwan menyandarkan kepalanya pada bahu Jae Kyeong dan bilang dia mau tidur 3 menit. Saat Eun Hwan menutup mata, salju turun. Namun, ia tak membuka mata lagi meski Jae Kyeong telah membangunkan dan memberitahukan bahwa salju yang dinanti-nantikan Eun Hwan telah turun. Rupanya Eun Hwan telah pergi untuk selama-lamanya.

Akhirnya Jae Kyeong lulus. Ketika acara graduated Eun Hwan mendapat penghargaan "persahabatan". Kursi di sebelah Jae Kyeong yang jadi tempat duduk Eun Hwan diisi bunga yang mewakili Eun Hwan. Meski merasa kehilangan, Jae Kyeong berusaha menyembunyikannya. Saat keluar dari ruangan, pengacaranya datang dan bilang kalau Jae Kyeong berhasil mendapatkan warisan kakeknya. Jae Kyeong bingung karena sebelumnya dia sudah menyatakan menyerah. Ternyata kakeknya menulis pesan kalau Jae Kyeong berhasil mendapatkan sesuatu di tempat terpencil itu, dia telah berhasil. Jae Kyeong pun berusaha mewujudkan impian Eun Hwan dengan membangun rumah yang memiliki banyak pintu.

Begitulah akhir cerita film tersebut. Scene yang paling sedih waktu Jae Kyung membuat perayaan ulang tahun lebih cepat karena dia takut pada hari ulang tahun Eun Hwan yang sebenarnya mereka tidak bisa merayakannya bersama. Saat itu Jae Kyung memberi kado ke Eun Hwan. Kadonya adalah toples yang berisi kertas warna warni, di kertas-kertas itu ada banyak ungkapan dan semangat dari Jae Kyung untuk Eun Hwan. Eun Hwan menerimanya dengan terharu sambil berkata, “Aku takut tidak bisa membaca semuanya satu persatu sampai hari itu tiba.”  (hiks hiks…).

Hujan Turun Lagi


Horeeeeee, hujan turun! *jingkrak-jingkrak kegirangan :D

Hujan turun lagi.
Rindu melihatnya terbayar sudah.
Setelah sekian hari dilanda kemarau,
Setelah sekian waktu ditimpa panas,
Hujan kembali mengguyur bumi sore ini.
Membasuh dahaga seisi alam raya.
Mengalirkan kesejukan bagi penduduk semesta.

Dengarlah, senandung alam!
Lihatlah, suasana alam!
Debu-debu mengalir pergi.
Pepohonan bergoyang lincah.
Rerumputan menari-nari.
Tanah dan pagar menggigil basah.
Jalan-jalan tersenyum penuh arti.
Genting rumah bernyanyi riang.
Semua bersukacita.
Gembira menyambut air hujan.

Terima kasih, Allah.
Hujan-Mu rezeki berharga bagi bumi.
Hujan-Mu rahmat bagi semesta.

selamet lebaran


Gema takbir telah berkumandang
Tanda hari kemenangan telah datang

Mari kita saling bermaafan
Agar hari raya lebih berkesan

Taqabbalallahu Minna Waminkum 
Shiyamana Washiyamakum


Semoga Allah menerima amalku dan amalmu.
Semoga Allah menerima amal dan shaum kita di bulan Ramadhan.
 
Semoga Allah memberi kita keberkahan, kebahagiaan, ketenangan, keamanan, kesehatan, kesuksesan, kemuliaan, dan Ketakwaan.

Amin Yaa Rabbal Alamin

"cucurak": dari pak ewok hingga pak kumis


Sebenarnya ini acara kuliner bersama teman-teman kerja dalam rangka "cucurak" menjelang Ramadhan dulu. Entah kenapa waktu itu saya lupa posting dan baru sekarang inget. Nggak apa-apalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali (haha.. alesan :D). 

Hayo, angkat tangan siapa yang belum tahu "cucurak"? :D. Yup, "cucurak" itu istilah yang dipakai untuk acara makan-makan menjelang bulan Ramadhan. Kalo di desa-desa kebiasaan ini diwujudkan dengan membuat nasi liweut. Setelah matang, nasi yang masih mengepul tersebut dihidangkan di atas daun pisang yang lebar, lalu para warga memakannya bersama-sama. Uh, nikmatnya poooool :D.

Menjelang Ramadhan dulu saya dan teman-teman mengadakan dua kali "cucurak". Acara "cucurak" pertama diadakan di rumah makan pak ewok yang terletak di sekitar Taman Kencana, Bogor. Menu yang terkenal di pak ewok adalah sop buah dengan tiga variasi rasa, sop buah susu, sop buah jeruk, dan sop buah yogourt. Harga sop buah Rp8.000,00 (susu dan jeruk), Rp10.000,00 (yogourt).

Saya sih pesan sop buah jeruk dan mie bakso. Beda dengan teman-teman, ada yang pesan sop buah yogourt, sop buah susu, es durian, roti cane kari ayam, pempek palembang, dll. Masih banyak menu-menu lain yang tersedia di sana.  Pokoknya harga menu-menu di sana standar lah, nggak mahal-mahal amat. Tempatnya juga nyaman kok. Cocok buat nongkrong bareng teman.


Acara "cucurak" sesi kedua berlangsung di rumah makan pak kumis yang terletak di Ciheuleut, Pakuan. Di sini juga makanannya enak-enak. Yang paling saya suka capcay seafood-nya, maknyus banget. Tapi maaf, karena lupa, saya nggak bisa ngasih bocoran harga tiap menunya (hehe).





Copyright 2009 SAHABAT HATI. All rights reserved.
Sponsored by: Website Templates | Premium Wordpress Themes | consumer products. Distributed by: blogger template.
Bloggerized by Miss Dothy